Riset: Omicron sama parah dengan varian COVID
Kamis, 5 Mei 2022 14:31 WIB
Para tenaga kesehatan mengambil sampel usap hidung untuk tes COVID-19 di Washington DC, Amerika Serikat pada Kamis (13/1/2022). (Xinhua/Ting Shen)
Washington (ANTARA) - Varian Omicron dari virus SARS-CoV2 secara intrinsik sama parah dengan varian sebelumnya, tidak seperti asumsi yang didapat dalam riset terdahulu bahwa Omicron lebih menular namun tidak begitu parah, menurut riset besar-besaran di Amerika Serikat.
"Kami menemukan bahwa potensi rawat inap dan kematian hampir identik antara kedua periode," kata empat ilmuwan yang melakukan riset berdasarkan catatan 130.000 pasien COVID-19, merujuk dua tahun terakhir ketika varian berbeda mendominasi dunia.
Riset, yang sedang dilakukan tinjauan rekan sejawat di Nature Portfolio dan diunggah di Research Square pada 2 Mei, disesuaikan untuk variabel pembanding seperti demografik, status vaksin dan indeks komorbiditas Charlson yang memprediksi risiko kematian dalam setahun rawat inap bagi pasien dengan penyakit bawaan tertentu.
Riset yang berasumsi bahwa varian Omicron tidak begitu parah dilakukan di berbagai tempat termasuk di Afrika Selatan, Skotlandia, Inggris dan Kanada, kata para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Universitas Minerva dan Sekolah Kedokteran Harvard.
Baca juga: Riset: Infeksi Omicron timbulkan respons imun terbatas pada orang nirvaksin
Baca juga: Riset: Risiko peradangan jantung setelah vaksinasi COVID lebih rendah
Menurut peneliti, riset mereka dapat menjumpai sejumlah keterbatasan seperti kemungkinan bahwa itu menggampangkan jumlah pasien yang divaksin dalam gelombang COVID-19 yang lebih baru dan total jumlah infeksi, lantaran mengecualikan pasien yang melakukan tes cepat di rumah.
Sumber: Reuters
"Kami menemukan bahwa potensi rawat inap dan kematian hampir identik antara kedua periode," kata empat ilmuwan yang melakukan riset berdasarkan catatan 130.000 pasien COVID-19, merujuk dua tahun terakhir ketika varian berbeda mendominasi dunia.
Riset, yang sedang dilakukan tinjauan rekan sejawat di Nature Portfolio dan diunggah di Research Square pada 2 Mei, disesuaikan untuk variabel pembanding seperti demografik, status vaksin dan indeks komorbiditas Charlson yang memprediksi risiko kematian dalam setahun rawat inap bagi pasien dengan penyakit bawaan tertentu.
Riset yang berasumsi bahwa varian Omicron tidak begitu parah dilakukan di berbagai tempat termasuk di Afrika Selatan, Skotlandia, Inggris dan Kanada, kata para peneliti dari Rumah Sakit Umum Massachusetts, Universitas Minerva dan Sekolah Kedokteran Harvard.
Baca juga: Riset: Infeksi Omicron timbulkan respons imun terbatas pada orang nirvaksin
Baca juga: Riset: Risiko peradangan jantung setelah vaksinasi COVID lebih rendah
Menurut peneliti, riset mereka dapat menjumpai sejumlah keterbatasan seperti kemungkinan bahwa itu menggampangkan jumlah pasien yang divaksin dalam gelombang COVID-19 yang lebih baru dan total jumlah infeksi, lantaran mengecualikan pasien yang melakukan tes cepat di rumah.
Sumber: Reuters
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anggota Komisi X DPR meminta pemerintah pastikan pemerataan akses dana riset
19 January 2026 12:46 WIB
Dari riset ke lahan: PNK gagas Pertanian Mandiri Berbasis Energi Terbarukan
04 August 2025 11:37 WIB
Pemerintah Indonesia siap melakukan kolaborasi pendidikan tinggi dengan Prancis
29 May 2025 14:00 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
The New York Times: Kapal induk USS Abraham Lincoln siap serang Iran dalam 1-2 hari
27 January 2026 13:41 WIB
Pemerintah China menyelidiki dua jenderal atas dugaan pelanggaran disiplin serius
26 January 2026 11:15 WIB
Pengamat UI: Dewan Perdamaian Gaza bentukan Trump harus terus diawasi secara ketat
23 January 2026 17:54 WIB