Pemerintah prioritaskan penerbangan internasional ke NTT
Jumat, 31 Agustus 2018 16:11 WIB
Maskapai Penerbangan Australia Virgin Air berkeinginan untuk mengisi jalur penerbangan internasional Australia-Kupang, NTT yang masih lowong sampai saat ini. (ANTARA Foto/dok)
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu mengemukakan, rencana pembukaan layanan penerbangan internasional ke provinsi kepulauan ini menjadi bagian dari prioritas pemerintah pusat.
"Kami sudah diskusikan dengan Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) dan layanan penerbangan internasional ini menjadi bagian yang diprioritaskan pemerintah," kata Marius kepada Antara di Kupang, Jumat (31/8).
Ia mengatakan, Kementerian Pariwisata juga terus mendorong agar NTT sebagai daerah wisata unggulan terhubung dengan layanan penerbangan internasional. Menurut dia, pangsa pasar wisatawan asing di NTT yang lebih kompetitif yaitu dari Australia dan Selandia Baru.
Ia menambahkan dalam kunjungan langsung ke sejumlah wilayah Australia seperti Sydney, Brisbane, dan Darwin, para wisatawan dari negeri Kanguru itu sempat mengeluh karena tidak adanya penerbangan langsung ke NTT.
Marius mengatakan jika wisatawan Australia hendak ke NTT, mereka harus melalui Denpasar atau Jakarta, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan.
Untuk itu, kata Marius, sejumlah maskapai penerbangan nasional yang berkeinginan besar untuk mengisi jalur penerbangan internasional, sebaiknya segera membuka jalur Australia-Kupang untuk mendorong peningkatan arus kunjungan wisatawan ke NTT.
Baca juga: Virgin Air jajaki layanan penerbangan Australia-Kupang
"Pihak kementerian terkait juga melihatnya demikian sehingga penerbangan internasional ini sudah menjadi skema pemerintah pusat untuk segera membukanya," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menggenjot pembangunan pariwisata pada empat destinasi super prioritas di Indonesia, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Taman Nasional Komodo di Flores Barat, NTT.
Marius menyebut, sejumlah aspek besar yang diutamakan dalam pembangunan pariwsaita itu antara lain akses, atraksi, dan amenitas. Amenitas adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata seperti hotel, motel, restaurant, bar, diskotik, cafe, pusat perbelanjaan serta souvenir shop.
"Untuk aspek akses ini terkait juga dengan konektivitas udara berupa layanan penerbangan internasional, sehingga Labuan Bajo akan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan di NTT," katanya.
Ia mengatakan, terdapat dua bandara di NTT yang sudah siap untuk layanan penerbangan internasional yakni Bandara Komodo Labuan Bajo dan El Tari Kupang.
"Kami berharap salah satunya bisa segera terhubung penerbangan internasional. Saya yakin ini bisa terealisasi karena pemerintah pusat juga terus mendorong untuk segera diadakan," katanya.
Baca juga: NTT terus perjuangkan penerbangan internasional
"Kami sudah diskusikan dengan Pak Menteri Pariwisata (Arief Yahya) dan layanan penerbangan internasional ini menjadi bagian yang diprioritaskan pemerintah," kata Marius kepada Antara di Kupang, Jumat (31/8).
Ia mengatakan, Kementerian Pariwisata juga terus mendorong agar NTT sebagai daerah wisata unggulan terhubung dengan layanan penerbangan internasional. Menurut dia, pangsa pasar wisatawan asing di NTT yang lebih kompetitif yaitu dari Australia dan Selandia Baru.
Ia menambahkan dalam kunjungan langsung ke sejumlah wilayah Australia seperti Sydney, Brisbane, dan Darwin, para wisatawan dari negeri Kanguru itu sempat mengeluh karena tidak adanya penerbangan langsung ke NTT.
Marius mengatakan jika wisatawan Australia hendak ke NTT, mereka harus melalui Denpasar atau Jakarta, sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai ke tempat tujuan.
Untuk itu, kata Marius, sejumlah maskapai penerbangan nasional yang berkeinginan besar untuk mengisi jalur penerbangan internasional, sebaiknya segera membuka jalur Australia-Kupang untuk mendorong peningkatan arus kunjungan wisatawan ke NTT.
Baca juga: Virgin Air jajaki layanan penerbangan Australia-Kupang
"Pihak kementerian terkait juga melihatnya demikian sehingga penerbangan internasional ini sudah menjadi skema pemerintah pusat untuk segera membukanya," ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah tengah menggenjot pembangunan pariwisata pada empat destinasi super prioritas di Indonesia, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Taman Nasional Komodo di Flores Barat, NTT.
Marius menyebut, sejumlah aspek besar yang diutamakan dalam pembangunan pariwsaita itu antara lain akses, atraksi, dan amenitas. Amenitas adalah semua bentuk fasilitas yang memberikan pelayanan bagi wisatawan selama tinggal atau berkunjung pada suatu daerah tujuan wisata seperti hotel, motel, restaurant, bar, diskotik, cafe, pusat perbelanjaan serta souvenir shop.
"Untuk aspek akses ini terkait juga dengan konektivitas udara berupa layanan penerbangan internasional, sehingga Labuan Bajo akan menjadi salah satu pintu masuk wisatawan di NTT," katanya.
Ia mengatakan, terdapat dua bandara di NTT yang sudah siap untuk layanan penerbangan internasional yakni Bandara Komodo Labuan Bajo dan El Tari Kupang.
"Kami berharap salah satunya bisa segera terhubung penerbangan internasional. Saya yakin ini bisa terealisasi karena pemerintah pusat juga terus mendorong untuk segera diadakan," katanya.
Baca juga: NTT terus perjuangkan penerbangan internasional
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Empat penerbangan internasional dari Denpasar tertunda usai Iran diserang
28 February 2026 22:28 WIB
Kemenhub: Operator menghentikan penerbangan perintis di Papua tak akan disanksi
18 February 2026 11:20 WIB
Asita NTT menyarankan rute penerbangan baru untuk perkuat kerja sama Sunda Kecil
31 January 2026 19:14 WIB
Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026
16 January 2026 6:47 WIB
Angkasa Pura mulai alihkan empat maskapai rute domestik ke Terminal 1B Soetta
18 November 2025 8:05 WIB