Logo Header Antaranews Kupang

PPG: Aktivitas tektonik Gunung Lewotolok alami peningkatan

Rabu, 22 April 2026 15:27 WIB
Image Print
Petugas pos pemantau gunung Ili Lewotolok memerhatikan seismogram digital yang merekam pergerakan erupsi gunung tersebut di desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, NTT, ANTARA FOTO/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan aktivitas tektonik di puncak gunung tersebut terpantau mengalami peningkatan dalam dua pekan terakhir mulai dari 1-15 Februari 2026.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga tanggal 15 April 2026, aktivitas gunung Ile Lewotolok masih cukup tinggi dan menunjukkan peningkatan aktivitas tektonik," kata Pengamat Gunung Ile Lewotolok Stanilaus Ara Kian dihubungi dari Kupang, Rabu.

Dia mengatakan ini berkaitan dengan perkembangan status gunung Ile Lewotolok yang hingga saat ini u masih dalam status Level II atau Waspada.

Stanis mengatakan data kegempaan menunjukkan terjadi 515 kali erupsi di puncak gunung tersebut, 10 kali Gempa Guguran, 1677 kali, Gempa Hembusan, 3 kali Harmonik, 10 kali Tremor Non Harmonik, 4 kali Gempa Hybrid.

Selain itu tercatat juga 8 kali Gempa Vulkanik Dangkal, 18 kali gempa Vulkanik Dalam, 101 kali Gempa Tektonik, Lokal, dan 41 kali Gempa Tektonik Jauh, serta 1 kali Gempa Terasa dengan skala III MMIl.

Dia menambahkan Eeergi diestimasi dengan metode perata-rataan nilai amplitudo atau RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurements) menunjukkan fluktuasi energi namun cenderung naik.

"Sebagai catatan, RSAM periode 6 – 10 April 2026 tidak dapat diestimasi, karena perangkat digitizer di Pos PGA terkena petir. Stasiun yang digunakan saat ini adalah Stasiun BTP," tambah dia.

Lebih lanjut kata dia, pengamatan visual periode 1-15 April 2026, aktivitas erupsi dan hembusan cenderung meningkat dengan tinggi kolom erupsi mencapai 500 meter dari puncak. Sementara erupsi terkadang disertai dengan suara gemuruh dengan intensitas lemah - sedang.

Dengan kondisi yang seperti yang dilaporkan tersebut, pihaknya merekomendasikan agar masyarakat di sekitar gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung atau pendaki atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung itu.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak panik jika mendengar suara gemuruh atau dentuman dari kawah puncak Gunung Ile Lewotolok, karena suara tersebut merupakan ciri aktivitas gunung api yang sedang dalam fase erupsi.

"Suara dentuman yang keras dapat mengakibatkan getaran yang kuat pada beberapa bagian bangunan terutama jendela kaca dan pintu," tambah dia.

Sementara itu ujar dia untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan
lainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar gunung diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PPG : Aktivitas tektonik Gunung Lewotolok meningkat



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026