Rusia meningkatkan serangan ke Ukraina saat pemimpin G7 berunding
Senin, 27 Juni 2022 6:04 WIB
Petugas pemadam kebakaran beroperasi di depot minyak yang rusak saat serangan rudal Rusia di kota Lviv berlanjut, Ukraina, Minggu (27/3/2022). ANTARA FOTO/REUTERS/Alkis K
Kiev/Pokrovs (ANTARA) - Rudal-rudal Rusia menghantam blok apartemen dan taman kanak-kanak di Kiev, ibu kota Ukraina, pada Minggu, (26/6/2022).dalam serangan yang dikecam Presiden AS Joe Biden sebagai "tindakan biadab".
Serangan itu dilakukan ketika para pemimpin dunia berkumpul di Eropa untuk membahas sanksi lebih lanjut terhadap Moskow.
Sebanyak empat ledakan mengguncang pusat Kiev hingga dini hari, dalam serangan pertama di kota itu dalam beberapa minggu.
"Rusia menyerang Kiev lagi. Rudal-rudal merusak gedung apartemen dan taman kanak-kanak," kata Andriy Yermak, Kepala Administrasi Kepresidenan.
Seorang fotografer Reuters melihat kawah ledakan besar di dekat taman bermain di taman kanak-kanak yang jendela-jendelanya rusak.
Wakil Wali Kota Mykola Povoroznyk mengatakan satu orang tewas dan enam luka-luka.
Dia mengatakan ledakan-ledakan terdengar kemudian di bagian lain setiap kali Kiev dengan pertahanan udara menghancurkan rudal-rudal yang masuk lebih lanjut.
"Ini lebih ke arah kebiadaban mereka," kata Biden, merujuk pada serangan rudal di Kiev, ketika para pemimpin dari negara-negara kaya G7 berkumpul untuk pertemuan puncak di Jerman.
Saat konflik wilayah terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua memasuki bulan kelima, aliansi Barat yang mendukung Kiev mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan ketika para pemimpin khawatir tentang biaya ekonomi yang meningkat.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Barat perlu mempertahankan persatuan melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pertemuan G7 pada Minggu, Inggris, Kanada, Jepang dan Amerika Serikat mengusulkan larangan impor emas dari Rusia.
Baca juga: Presiden Jokowi bawa misi bangun perdamaian Ukraina-Rusia
Baca juga: Menurut NATO: Perang Ukraina akan berlangsung lebih lama
Sumber: Reuters
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Saat pemimpin G7 berunding, Rusia tingkatkan serangan rudal ke Ukraina
Serangan itu dilakukan ketika para pemimpin dunia berkumpul di Eropa untuk membahas sanksi lebih lanjut terhadap Moskow.
Sebanyak empat ledakan mengguncang pusat Kiev hingga dini hari, dalam serangan pertama di kota itu dalam beberapa minggu.
"Rusia menyerang Kiev lagi. Rudal-rudal merusak gedung apartemen dan taman kanak-kanak," kata Andriy Yermak, Kepala Administrasi Kepresidenan.
Seorang fotografer Reuters melihat kawah ledakan besar di dekat taman bermain di taman kanak-kanak yang jendela-jendelanya rusak.
Wakil Wali Kota Mykola Povoroznyk mengatakan satu orang tewas dan enam luka-luka.
Dia mengatakan ledakan-ledakan terdengar kemudian di bagian lain setiap kali Kiev dengan pertahanan udara menghancurkan rudal-rudal yang masuk lebih lanjut.
"Ini lebih ke arah kebiadaban mereka," kata Biden, merujuk pada serangan rudal di Kiev, ketika para pemimpin dari negara-negara kaya G7 berkumpul untuk pertemuan puncak di Jerman.
Saat konflik wilayah terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua memasuki bulan kelima, aliansi Barat yang mendukung Kiev mulai menunjukkan tanda-tanda ketegangan ketika para pemimpin khawatir tentang biaya ekonomi yang meningkat.
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan Barat perlu mempertahankan persatuan melawan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dalam pertemuan G7 pada Minggu, Inggris, Kanada, Jepang dan Amerika Serikat mengusulkan larangan impor emas dari Rusia.
Baca juga: Presiden Jokowi bawa misi bangun perdamaian Ukraina-Rusia
Baca juga: Menurut NATO: Perang Ukraina akan berlangsung lebih lama
Sumber: Reuters
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Saat pemimpin G7 berunding, Rusia tingkatkan serangan rudal ke Ukraina
Pewarta : Mulyo Sunyoto
Editor : Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kanselir Jerman bilang perang Rusia-Ukraina penyebab pesawat Azerbaijan jatuh
31 December 2024 11:56 WIB, 2024
Paus Fransiskus bilang serangan Israel di Gaza sebagai 'kekejaman luar biasa'
23 December 2024 11:56 WIB, 2024
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Iran akan menuntut kompensasi dari Uni Emirat Arab atas kerusakan akibat serangan AS
19 March 2026 20:44 WIB