NTT prioritaskan program pendidikan HIV/AIDS
Senin, 12 November 2018 16:34 WIB
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi. (ANTARA Foto/Kornelis Kaha).
Kupang (AntaraNews NTT) - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Josef Nae Soi mengatakan pemerintah daerah setempat memprioritaskan program-program pendidikan untuk mengatasi bahaya penularan penyakit HIV/AIDS.
"Kami sudah mulai yang pertama adalah dengan program pendidikan untuk menyadarkan masyarakat kita bahwa HIV/AIDS itu sangat berbahaya dan harus dihindari," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (12/11), usai memimpin upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53.
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan fenomena penularan penyakit HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang semakin mengkhawatirkan dan telah menimbulkan banyak korban jiwa.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT mencatat sampai sejauh ini jumlah kasus HIV/AIDS di daerah itu sekitar 378 kasus, terdiri dari 208 kasus HIV dan 170 kasus AIDS.
Dari jumlah tersebut, terdapat 103 orang NTT meninggal dunia akibat terserang virus HIV/AIDS selama kurun waktu 1997 hingga Mei 2018.
Nae Soi mengatakan, pemerintah provinsi sudah mulai secara masif menggerakkan program pendidikan untuk mencegah dampak penularan penyakit tersebut agar tidak meluas.
Baca juga: Wagub Prioritaskan Pendidikan atasi HIV/AIDS
"Mulai dari pendidikan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, lingkungan kerja, kami lakukan untuk menyadarkan masyarakat kita," katanya.
Ketua Harian KPA NTT itu mengatakan, upaya pendidikan ini akan dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya HIV/AIDS.m"Kemudian ada juga layanan pengobatan-pengobatan seperti ARV (Terapi Antiretroviral)," katanya.
"Kami sudah mulai yang pertama adalah dengan program pendidikan untuk menyadarkan masyarakat kita bahwa HIV/AIDS itu sangat berbahaya dan harus dihindari," katanya kepada wartawan di Kupang, Senin (12/11), usai memimpin upacara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53.
Ia mengatakan hal itu berkaitan dengan fenomena penularan penyakit HIV/AIDS di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang semakin mengkhawatirkan dan telah menimbulkan banyak korban jiwa.
Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi NTT mencatat sampai sejauh ini jumlah kasus HIV/AIDS di daerah itu sekitar 378 kasus, terdiri dari 208 kasus HIV dan 170 kasus AIDS.
Dari jumlah tersebut, terdapat 103 orang NTT meninggal dunia akibat terserang virus HIV/AIDS selama kurun waktu 1997 hingga Mei 2018.
Nae Soi mengatakan, pemerintah provinsi sudah mulai secara masif menggerakkan program pendidikan untuk mencegah dampak penularan penyakit tersebut agar tidak meluas.
Baca juga: Wagub Prioritaskan Pendidikan atasi HIV/AIDS
"Mulai dari pendidikan keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, lingkungan kerja, kami lakukan untuk menyadarkan masyarakat kita," katanya.
Ketua Harian KPA NTT itu mengatakan, upaya pendidikan ini akan dilakukan secara terus-menerus agar masyarakat bisa melindungi dirinya sendiri dari bahaya HIV/AIDS.m"Kemudian ada juga layanan pengobatan-pengobatan seperti ARV (Terapi Antiretroviral)," katanya.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor : Laurensius Molan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wagub: Pembangunan PSN kawasan Industri garam di Rote Ndao rampung Juni 2026
28 March 2026 22:07 WIB
Wagub NTT: Atraksi Pasola Gaura di Sumba Barat mampu mendongkrak ekonomi daerah
15 March 2026 17:07 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pemprov NTT dan DPR RI perkuat koordinasi perlindungan PMI nonprosedural
24 September 2026 17:28 WIB
Kemnaker: Hampir 50 persen lulusan program Magang Nasional 2025 telah bekerja di perusahaan
23 September 2026 14:28 WIB
Kemendes mengusulkan pendirian dapur komunal dukung MBG di daerah tertinggal
23 September 2026 13:29 WIB
ANTARA menggelar ABF 2026 bahas arah ekonomi Indonesia satu dekade ke depan
23 September 2026 12:34 WIB
Menaker: Sebanyak 40.962 peserta lolos seleksi Magang Nasional 2026 Batch 2
23 September 2026 12:17 WIB