Logo Header Antaranews Kupang

Pelaku Penikaman Siswa Pernah Melamar Menjadi Guru

Kamis, 15 Desember 2016 18:35 WIB
Image Print
Tersangka pelaku penikaman Irwansyah pernah melamar jadi guru di Sabu
"Pelaku pernah melamar menjadi guru di sejumlah sekolah di Sabu sebagai guru mata pelajaran IT," kata Kapolda NTT Brigjen Pol E Widyo Sunaryo.

Kupang (Antara NTT) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur menyatakan dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa IR pelaku penyerangan yang melukai tujuh siswa kelas V SDN 1 Sabu Barat, beberapa kali pernah melamar kerja di sejumlah sekolah di wilayah itu.

"Pelaku yang telah meninggal dikeroyok oleh masyarakat Sabu, saat tiba di Sabu pernah melamar menjadi guru di sejumlah sekolah di Sabu, khususnya di SMP dan SMA sebagai guru mata pelajaran IT," kata Kapolda NTT Brigjen Pol E. Widyo Sunaryo dalam jumpa pers di Markas Polda NTT di Kupang, Kamis.

Kapolda menjelaskan IR sendiri telah berada di Sabu sejak 17 November 2016, dan diperkirakan sudah tiga pekan berada di daerah itu dengan mengontrak sebuah rumah milik warga setempat.

Akibat tidak diterima menjadi guru di sekolah-sekolah yang pernah ia lamar, IR-pun kemudian berprofesi sebagai pedagang barang.

"Ia tidak diterima di sekolah-sekolah tempat ia melamar, karena memang ia lulusan IT, sedangkan di sejumlah sekolah itu program IT belum ada, sehingga iapun merubah profesinya sebagai pedagang," ujarnya.

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Atambua ini menambahkan, selama berada di Sabu Raijua, pelaku sendiri tidak pernah mau berbaur dengan warga sekitar, bahkan pernah diajak makan bersama oleh orang yang punya rumahpun pelaku menolak dan tetap ingin menyendiri di dalam kamarnya.

Sementara terkait tujuh teman pelaku yang diberitakan sempat melarikan diri lanjutnya hal itu tidak benar. Ia mengatakan, sebelum kejadian tersebut ketujuh teman dagangnya pelaku tersebut memang sudah beranjak meninggalkan pelabuhan Seba, namun pascapenyerangan tersebut ketujuh temanya itu kemudian dipanggil kembali.

Tetapi ketika hendak tiba di pelabuhan Seba, melihat banyaknya massa yang berkumpul di pelabuhan Seba, salah seorang dari ketujuh teman pelaku itu langsung melompat ke tengah laut.

"Yang melompat tersebut bernama Mohammad Hatta, hingga saat ini yang bersangkutan belum ditemukan. Diduga ia tewas karena tenggelam dan saat ini tengah dalam pencarian," ucapnya.

Kemudian terkait motif dari perbuatan pelaku penyerangan tersebut, Widyo menambahkan belum mengetahuinya, namun secepatnya dirinya akan mengumpulkan keterangan dari para saksi yang ada di Sabu Raijua, termasuk juga keluarga dari IR yang berada di Jawa Barat.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026