Malaysia Airlines putar balik di Australia, ini alasannya

id MH122,Malaysia Airlines,Maskapai Malaysia,Sydney

Malaysia Airlines putar balik di Australia, ini alasannya

Foto arsip - Maskapai penerbangan Malaysia airlines berhasil mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, pada Jumat (11/3/2022). (ANTARA/HO-Angkasa Pura I/aa.)

Kepolisian Australia mengambil tindakan darurat dan melakukan evakuasi setelah dianggap aman bagi penumpang dan awak pesawat...
Kuala Lumpur (ANTARA) - Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH122 yang berangkat dari Sydney di Australia, menuju Kuala Lumpur terpaksa putar balik setelah mengalami insiden darurat dari penumpangnya.

Dalam pernyataan Polisi Federal Australia (AFP) yang diakses dari Kuala Lumpur, Senin, (14/8/2023)  seorang penumpang dalam penerbangan internasional dari Sydney menuju Malaysia telah ditangkap.

Polisi menangkap seorang pria berusia 45 tahun tanpa perlawanan, sedangkan seluruh penumpang telah dievakuasi dari pesawat itu. Tidak ada ancaman yang terjadi pada mereka.

AFP menyebutkan pria tersebut akan didakwa Senin malam waktu Sydney, Australia.

Kepolisian Australia mengambil tindakan darurat dan melakukan evakuasi setelah dianggap aman bagi penumpang dan awak pesawat.

Sementara itu, Malaysia Airlines dalam pernyataan kepada media, menjelaskan  bahwa demi kepentingan keselamatan, kapten penerbangan membuat keputusan berputar balik ke Sydney.

Penerbangan yang membawa 194 penumpang dan lima awak itu selamat mendarat pukul 15.47 waktu setempat setelah lepas landas pukul 13.40.

Malaysia Airlines menjadi trending topic dalam  media sosial di Malaysia.

Sejumlah foto dan video memperlihatkan seorang pria sedang berbicara dengan pramugara maskapai tersebut dengan nada tinggi, dan sempat menyebutkan namanya.


Baca juga: Penerbangan Lion Air tujuan Kendari go around karena cuaca buruk

Baca juga: Lebih 60 penerbangan di Jepang batal karena ancaman bom





 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia Airlines putar balik di Australia karena insiden darurat