Rupiah menguat data inflasi PCE AS lebih lemah

id Rupiah menguat,Inflasi PCE AS,nilai tukar rupiah

Rupiah menguat data inflasi PCE AS lebih lemah

Arsip - Teller Bank Mandiri menunjukkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Bank Mandiri KCP Jakarta DPR. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/ama

...Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi PCE AS yang lebih lemah, kata Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, (27/12/2023)  
Jakarta (ANTARA) -
Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan rupiah pada awal perdagangan Rabu pagi menguat setelah data inflasi Indeks Harga Belanja Personal (Personal Consumption Expenditure/PCE) Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah.
 
"Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang kembali melemah setelah data inflasi PCE AS yang lebih lemah," kata Lukman kepada ANTARA di Jakarta, Rabu, (27/12/2023).
 
Ia menuturkan inflasi PCE AS pada November 2023 tercatat sebesar 2,6 persen secara year on year (yoy), lebih rendah dari perkiraan konsensus sebesar 2,8 persen.
 
Sedangkan inflasi PCE inti AS secara month on month (mom) hanya naik 0,1 persen dibandingkan dengan harapan untuk 0,2 persen.
 
Dengan demikian, secara tahunan (yoy) PCE inti AS menjadi sebesar 3,2 persen, di bawah perkiraan sebesar 3,3 persen.
 
Lukman menuturkan laporan data inflasi PCE AS yang lebih rendah tersebut menaikkan ekspektasi pada Bank Sentral AS atau The Fed untuk menurunkan suku bunga secepatnya pada Maret 2024.
 
Ia memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp15.400 per dolar AS sampai dengan Rp15.500 per dolar AS.
 
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi meningkat 62 poin atau 0,40 persen menjadi Rp15.422 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.484 per dolar AS.


Baca juga: Rupiah naik 62 poin menjadi Rp15.422
Baca juga: Rupiah menguat setelah revisi data PDB AS kuartal III-2023













Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Rupiah menguat setelah data inflasi PCE AS yang lebih lemah