
Pemprov NTT berencana melelang dua kapal feri

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur berencana untuk menyewakan bahkan melelang dua kapal feri milik mereka yang saat ini terdampar di pantai di Kupang akibat cuaca buruk yang melanda wilayah perairan NTT beberapa hari terakhir.
"Kalau laut sudah tenang, kita akan lakukan penilaian. Kita lihat apakah kapal ini masih bisa dioperasikan kembali, disewakan kepada pihak ketiga atau dilelang," kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma di Kupang, Rabu.
Hal ini disampaikannya saat meninjau dua kapal feri KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu yang terdampar di pesisir pantai depan Gua Monyet, Kecamatan Alak, Kota Kupang.
Dia mengatakan kondisi kapal cukup parah, lambungnya sudah bocor dan ada sejumlah kerusakan lainnya yang menurutnya perlu perbaikan.
Menurut Johni, apabila kapal-kapal tersebut nantinya dapat disewakan atau dilelang, hasilnya bisa menjadi tambahan kontribusi bagi pendapatan daerah dan mendukung pembiayaan program prioritas Pemprov NTT.
"Terutama yang berkaitan dengan pelayanan dasar seperti pengentasan kemiskinan dan stunting," ujar dia.
Kedua kapal feri tersebut, KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, sebelumnya diparkir di Pelabuhan Hansisi, Semau. Namun pada Senin (2/3), kapal hanyut akibat cuaca ekstrem dan terbawa arus hingga akhirnya ditemukan karam di pesisir Gua Monyet pada Selasa (3/3).
Cuaca buruk berupa hujan deras, angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda wilayah NTT dalam beberapa hari terakhir diduga menjadi penyebab putusnya jangkar kapal hingga terseret arus laut.
"Syukurlah kapal terdampar di pantai, karena kalau sampai terbawa ke Samudra Hindia bisa saja kita kehilangan jejak,” ujar Johni.
Selain KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu, Pemprov NTT juga tercatat memiliki tiga kapal lainnya, yakni Baswara 1, Baswara 2 dan Kapal Sasando.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
