
Pemkot Kupang mendorong program tepat sasaran lewat forum RKPD 2027

Kupang, NTT (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, menegaskan pentingnya perumusan program yang realistis dan tetap sasaran bagi masyarakat melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Pelt di Kupang, Jumat, mengatakan forum tersebut menjadi ruang strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk menyelaraskan arah pembangunan Kota Kupang yang berkelanjutan.
“Sudah dua tahun ini kita menghadapi efisiensi anggaran. Karena itu kita harus bijak. Jangan membuat program yang terlalu besar tetapi sulit dibiayai. Program yang diusulkan harus realistis, fokus, dan benar-benar berdampak bagi masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan tema pembangunan Kota Kupang tahun 2027 adalah “Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia yang Sehat, Berkarakter, Inklusif dan Berkelanjutan.”
Tema tersebut menegaskan bahwa pembangunan manusia menjadi fokus utama pembangunan daerah di Kota Kupang.
Untuk mendukung tema tersebut, lanjut dia, Pemkot Kupang menetapkan empat prioritas pembangunan, yakni peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, peningkatan kesejahteraan serta kemandirian ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas lingkungan perkotaan dan infrastruktur, serta peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
“SDM adalah fondasi dari seluruh proses pembangunan. Karena itu kita harus memastikan program yang dirancang benar-benar mendorong peningkatan kualitas manusia Kota Kupang,” katanya.
Jefry menekankan forum konsultasi publik menjadi ruang partisipatif bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, organisasi kemasyarakatan hingga komunitas, untuk berdialog dan memberikan masukan terhadap rancangan awal RKPD.
Menurutnya, ide dan gagasan yang lahir dari forum tersebut akan menjadi bahan penting dalam penyempurnaan dokumen perencanaan sebelum masuk ke tahapan pembahasan di tingkat perangkat daerah dan Musrenbang Kota.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar mengusulkan program yang realistis dan terukur, mengingat kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi anggaran.
Sementara itu, Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang Imelda Fonyke Nange menjelaskan forum konsultasi publik merupakan tahapan penting dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
“Forum ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, harapan, serta berbagai isu strategis yang dihadapi, sehingga dapat memperkaya rekomendasi dalam penyempurnaan RKPD Kota Kupang tahun 2027,” katanya.
Ia juga menyampaikan dalam proses Musrenbang tahun 2026, Pemkot Kupang menghadirkan sejumlah terobosan baru, salah satunya dengan menyediakan pagu indikatif sebesar Rp500 juta untuk setiap kelurahan.
Selain itu, di tingkat kecamatan juga dilakukan pra-Musrenbang tematik stunting guna menjawab kebutuhan riil masyarakat sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
Forum Konsultasi Publik tersebut diikuti oleh pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kota Kupang, para Staf Ahli Wali Kota dan Asisten Sekda, Ketua DWP Kota Kupang, pimpinan organisasi keagamaan, pimpinan perguruan tinggi, LSM/NGO, Karang Taruna, kelompok difabel, Forum Anak Kota Kupang, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
