Logo Header Antaranews Kupang

Perang Antarwarga Sebabkan Enam Sekolah Adonara Diliburkan

Rabu, 3 Oktober 2012 15:29 WIB
Image Print

Kupang (Antara NTT) - Enam sekolah di Kecamatan Adonara, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur diliburkan sebab terjadi perang antarwarga dua desa sejak Selasa (2/3) dini hari.

Keenam sekolah yang diliburkan, masing-masing empat sekolah dasa, satu taman kanak-kanak dan satu SMU yang umumnya berada di area sengketa warga Desa Lewobunga dan Desa Lewonara, kata Penilik Sekolah untuk wilayah Adonara Karel Kiwang melalui telepon genggam dari Adonara, Rabu.

"Sejak Senin (1/10), anak-anak sudah diliburkan. Pihak sekolah memutuskan meliburkan anak-anak karena warga sekitar mulai bersiap-siap dengan perlengkapan perang seperti parang, tombak, busur dan panah serta bom rakitan," katanya.

Dia belum bisa memastikan, sampai kapan anak-anak harus diliburkan karena situasi di kawasan itu masih terus memanas.

Area tersebut menurut dia, untuk sementara ditutup untuk umum dan sejauh ini aparat keamanan belum menguasai keadaan seluruhnya.

"Ini bisa kita lihat, pada Rabu (3/10) pagi, dua kelompok kembali saling menyerang. Sekarang ini mereka sedang beristirahat tetapi tetap berjaga-jaga di kampung masing-masing. Biasanya pada sore hari, mereka mulai bersiap-siap lagi untuk saling menyerang hingga menjelang malam," katanya.

Dia berharap, aparat keamanan bertindak tegas untuk mengendalikan kawasan itu agar situasi segera kembali normal, dan anak-anak bisa masuk sekolah sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung seperti biasa.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya meminta tokoh agama dan tokoh masyarakat berperan membantu meredam konflik antarwarga dua desa di Kecamatan Adonara, dalam memperebutkan tanah ulayat.

"Saya sudah melakukan komunikasi melalui telepon dengan beberapa tokoh agama dan juga tokoh masyarakat. Saya minta bantuan untuk menjaga suasana agar tercipta situasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat," kata Gubernur Lebu Raya, di Kupang.

Lebu Raya yang adalah putra asal Pulau Adonara mengatakan, memahami karakter orang Adonara dan menyesalkan insiden itu.

Ia berharap peran tokoh agama, masyarakat dan aparat keamanan yang dikirim ke daerah itu bisa mengakhiri perseteruan warga dua desa tersebut.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026