Logo Header Antaranews Kupang

Polda NTT promosikan pariwisata melalui kegiatan budaya Bhayangkara

Minggu, 29 Juni 2025 00:44 WIB
Image Print
Sejumlah aparat kepolisian menampilkan atraksi drum band di hadapan Kapolda NTT dan pejabat NTT lainnya di Kupang, Sabtu. ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) turut berpartisipasi dalam mempromosikan potensi pariwisata melalui pagelaran Budaya Bhayangkara yang dipadukan dengan Kupang Exotic Festival 2025.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Hendry Novika Chandra kepada wartawan di sela-sela pergelaran tersebut, Sabtu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka menyambut HUT ke 79 Bhayangkara.

"Jadi kegiatan yang dilakukan pada hari ini merupakan upaya Polda NTT mempromosikan budaya dan potensi wisata lainnya yang ada di NTT dalam pergelaran budaya ini," katanya.

Sebanyak 38 peserta dari berbagai etnis di NTT ikut dalam pagelaran Budaya Bhayangkara yang digelar oleh Polda NTT dalam rangka mempromosikan berbagai potensi pariwisata yang ada di NTT.

Dia menjelaskan dalam rangka menyambut HUT k3 79 Bhayangkara ada tema besar yakni Polri Untuk Masyarakat yang dijabarkan oleh Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.

Sejumlah penari dari Kabupaten TTS sedang menari dalam kegiatan budaya BHayangkara di Kupang, Sabtu. ANTARA/Kornelis Kaha

Dimana yang pertama adalah Polisi Sebagai Pelindung dan kedua adalah Polri dalam hal ini Polda NTT bisa proaktif dalam menunjukkan pesona keindahan budaya alam yang ada di NTT.

Kegiatan yang digelar tersebut bersinergi dengan sejumlah intansi mulai dari Bank Indonesia yang sejak Sabtu (28/6) pagi sudah menggelar kegiatan Kupang Exotic Run dengan menghadirkan 1.000-an peserta.

Pada momentum pagelaran budaya itu, sejumlah etnis dari berbagai daerah di NTT seperti dari Pulau Flores, Sumba, Alor dan Timor serta Lembata terlibat aktif.

Mereka menampilkan keunikan budaya serta tenun ikat masing-masing daerah yang menunjukkan keragaman budaya di NTT.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengapresiasi kegiatan tersebut, karena mampu menstimulan para penenun ikat untuk terus berkarya menciptakan model-model baru dan diperkenalkan kepada masyarakat.

"Sehingga tenun NTT ini bisa semakin banyak dikenal, bukan cuma di NTT, tetapi Indonesia hingga dunia," tambah dia.

Kegiatan tersebut, kata mantan Kapolda NTT itu, akan terus dilaksanakan, dan diharapkan kedepannya partisipannya juga semakin banyak.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026