Logo Header Antaranews Kupang

BPBD NTT Kirim Bantuan ke Sikka

Senin, 9 Januari 2017 14:08 WIB
Image Print
Kepala BPBD NTT Tini Thadeus
"Stok bantuan itu dikirim saat puncak curah hujan di akhir Desember 2016 silam," kata Kepala Tini Thadeus.

Kupang (Antara NTT) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengirim cadangan bantuan bencana ke seluruh daerah rawan bencana, termasuk di antaranya Kabupaten Sikka di Pulau Flores untuk dimanfaatkan.

"Stok bantuan itu dikirim saat puncak curah hujan di akhir Desember 2016 silam," kata Kepala BPBD NTT Tini Thadeus di Kupang, Senin.

Dia menyampaikan distribusi stok bantuan bencana ke seluruh daerah di provinsi berbasis kepulaun itu dimaksud untuk memberikan kewenangan bagi daerah memenuhi kebutuhan korban bencana, jika terdampak bencana.

Hal ini menjadi kewajiban BPBD untuk pemenuhan kebutuhan warga terdampak penanggulangan bencana yang dialami.

Dia menyebut sejumlah stok kebutuhan yang dikirim ke daerah itu antara lain, selimut, makanan instan, tenda dan kebutuhan lainnya. "Semuanya ini sifatnya darurat dan akan dimanfaatkan untuk masyarakat yang terkena bencana.

Terkait stok beras di tengah kemungkinan dampak gagal panen, Tini Thadeus mengaku sangat tersedia baik di BPBD Provinsi NTT tetapi juga di daerah-daerah di seluruu provinsi ini.

"Kita sediakan stok 100 ton beras cadangan bencana dan siap dimanfaatka jika dibutuhkan saat bencana melanda," katanya.

Terkait data kebencanaan yang sudah terjadi di seluruh daerah provinsi selaksa nusa itu Tini Thadeus menyebut teranyar terjadi di Kabupaten Sikka di Pulau Flores.

Terlapor dari data kebencanaan daerah ada sebanyak 52 kepala keluarga dengan 227 jiwa terdampak bencana banjir yang terjadi dalam akhir pekan lalu.

Meskipun demikian dari laporan yang ada, tidak terjadi korban jiwa.

Warga korban banjir lanjut Tini masih tetap bertahan di rumah masing-masing karena banjir hanya berlangsung kurang dari lima jam.

"Karena itu mereka (warga) memilih tetap di rumahnya dan tidak mau ke lokasi aman," katanya.

Meskipun demikian daerah sudah diingatkan untuk mengantisipasi banjir susulan mengingat cuaca saat ini tidak bisa diprediksi.

"Cuacanya tidak menentu dan tidak bisa diprediksi karena itu kita diminta waspada banjir susulan," katanya.

Sampai saat ini lanjut Tini petugas penanggulangan bencana di daerah masih sedang data dan validasi korban akibat bencana itu.

Sedangkan terkait bencana di Kabupaten Malaka yang bersumber dari Sungai Benanain, Tini mengaku sudah bisa dikendali mandiri oleh warga di wilayah perbatasan negara RI-Timor Leste itu.

Warga di derah itu, menurut Tini sudah mampu menyesuaikan buangan banjir dari sungai Benanain yang membela kabupaten pemekaran dengan Kabupaten Belu itu.

Meskipun demikian kata dia, stok bantuan bencana tetap disediakan untuk disampaikan ke warga yang terdampak bencana.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026