Indonesia bisa mengadopsi filosofi AS bangun ketahanan pangan

id Pertanian

Pengamat masalah pertanian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Dr Leta Rafael Levis. (ANTARA Foto/dok)

"Indonesia bisa mengadopsi filosofi Amerika Serikat dalam membangun ketahanan pangan," kata Leta Rafael Levis.
Kupang (ANTARA News NTT) - Pengamat masalah Pertanian dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr Leta Rafel Levis mengatakan Indonesia bisa mengadopsi filosofi Amerika Serikat dalam membangun ketahanan pangan.

"Dalam konteks pembangunan ketahanan pangan, kita (Indonesia) bisa mengadopsi filosofi dari AS sebagai referensi bagi pembangunan pertanian di Indonesia," kata Leta Rafael Levis kepada Antara di Kupang, Sabtu (23/2).

Di Amerika Serikat, kata dia, kebijakan pemerintah yang tak dapat diganti walaupun presiden berganti adalah bahwa pembangunan pertanian harus mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, selain mampu mengekspor hasil pangan ke lima negara lain di dunia.

"Hal ini merupakan komitmen bersama Pemerintahan Amerika Serikat, sehingga siapapun yang menjadi presiden, komitmen ini tetap dijalankan, tanpa adanya suatu perubahan dalam pembangunan pertanian," katanya.

Berbeda dengan di Indonesia, setiap terjadi pergantian kepemimpinan nasional, selalu muncul program pembangunan di sektor pertanian yang baru. Tidak melanjutkan apa yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya.

Akibatnya, pembangunan pertanian yang sesungguhnya harus menjadi prioritas nasional menuju kemandirian pangan, tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Karena itu, lanjut dia, pembangunan pertanian harus menjadi komitmen nasional yang tetap dilaksanakan oleh setiap pemimpinan nasional. "Kita dapat mengadopsi filosofi tersebut dalam membangun ketahanan pangan di dalam negeri," katanya menegaskan.

Baca juga: Sektor pertanian harus lebih diutamakan
Baca juga: Pemprov paparkan fokus program prioritas pertanian NTT
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar