Masih sangat minim Jumlah personel SAR Kupang

id SAR

Masih sangat minim Jumlah personel SAR Kupang

Seluruh staf Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang berpose bersama di halaman Kantor SAR Kupang, usai upacara memperingati HUT ke-47 SAR di Kupang, Kamis (28/2). (ANTARA Foto/Kornelis Kaha)

Jumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Nusa Tenggara Timur dinilai masih sangat minim atau tidak sesuai dengan typenya yang hanya 68 orang.
Kupang (ANTARA) - Kupang (ANTARA News) -  Jumlah personel Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kupang, Nusa Tenggara Timur dinilai masih sangat minim atau tidak sesuai dengan typenya yang hanya 68 orang.

"Idealnya dengan tipe A saat ini, personel yang harus dimiliki kantor SAR Kupang berjumlah 200-235 orang. Tetapi saat ini SDM yang kita miliki baru 68 personel," kata Kepala Kantor SAR Kupang Abdul Hamid kepada wartawan di Kupang, Kamis (28/2) usai peringatan HUT ke-47 SAR Kupang.

Minimnya personel SAR di lingkungan kerja Basarnas Kupang ini juga menjadi keluhan beberapa kantor SAR di Indonesia. "Kondisi yang kami hadapi saat ini memang demikian yang tidak seimbang dengan tugas pelayanan kemasyarakatan," ujarnya.

Mantan Kakansar Pekanbaru itu menambahkan bahwa dengan melihat peta geografis NTT yang terdiri dari kepulauan itu, maka diperlukan personel yang memadai, sehingga operasi SAR dapat berjalan dengan baik.

"Jumlah personel kami memang terbatas, namun kami sudah melakukan yang terbaik dalam membantu masyarakat yang terkena musibah," katanya.

Hal ini sesuai dengan tema yang diusung dalam HUT SAR tahun 2019 ini, yakni Dengan Sinergitas Dan Soliditas Basarnas Bersama Potensi SAR Bertekad memujudkan Pelayanan SAR yang Cepat Prima dan Terpadu.

SAR Kupang saat ini baru memiliki dua unit kapal utama, yakni KN Antareja 233 selain itu Rubber Boat 308 untuk membantu pencarian korban di laut jika ada informasi korban tenggelam atau lainnya.

Baca juga: Basarnas Kupang evakuasi korban tewas di wisata Goa Monyet
Baca juga: Nelayan asal Rote yang hilang belum ditemukan
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar