
Pemkab TTS nilai panen holtikultura hasil petani muda binaan Plan bisa mendukung MBG

So'e-TTS (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai hasil panen tanaman holtikultura yang dikelola petani muda usai 18-25 tahun di TTS, binaan Yayasan Plan Indonesia, bisa bermanfaat untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) yang ada di kabupaten itu.
“Saya lihat hasilnya bagus, ini dapat dijual kepada dapur makanan bergizi gratis atau makanan berisi sehat untuk anak-anak sekolah, untuk ibu hamil yang ada di Kabupaten Timur Tengah Selatan salah satu program pemerintah pusat,” kata Bupati TTS Eduard Markus Lioe di Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten TTS, Rabu.
Dalam acara panen raya tanaman holtikultura di Kecamatan Amanuban Timur, Bupati TTS bersama jajaran Plan Indonesia serta Citi Foundation memanen 528 kilogram (kg) beragam sayur mayur, seperti sawi, pakcoy, brokoli, tomat, dan wortel. Selain itu juga panen ternak sebanyak 84 kg telur ayam dan 10 kg ikan lele.
Dia mengatakan sayur-sayur yang sudah dipanen tersebut saat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung program MBG pemerintah pusat.
“Saya lihat di Kota So’e kebutuhan sayur untuk MBG sangat sedikit, sehingga yang ada di sini bisa membantu,” tambah dia.
Dia mengapresiasi kaum muda di Kecamatan Amanuban Timur yang berhasil memanfaatkan potensi lahan yang ada di daerah itu untuk budidaya sektor pertanian agrikultur.
Eduard menambahkan jika semua pemuda di TTS yang tidak memiliki pekerjaan tetap akan memanfaatkan lahan tidur, seperti yang dilakukan oleh anak-anak muda binaan Plan, tentu secara ekonomi akan menopang rumah tangga lebih baik lagi.
“Kita tidak perlu jauh-jauh lagi keluar dari TTS, cukup manfaatkan lahan yang ada kemudian bisa dapatkan pemasukan dari hasil perkebunan dan pertanian,” ujar dia.
Bupati berharap program yang sudah dijalankan itu bisa terus berlanjut, sehingga banyak pemuda di Kabupaten TTS, memiliki penghidupan yang layak, tanpa harus mencari pekerjaan di luar daerah.
Sementara itu Direktur Eksekutif Plan Indonesia Dini Widiastuti mengatakan kehadiran Plan Indonesia melalui program itu juga dalam rangka mendukung program pemerintah.
“Termasuk juga kita sudah link up anak-anak muda produser pertanian ini dengan program pemerintah, termasuk juga MBG,” ujar dia.
Lebih lanjut kata dia, walaupun sejumlah kelompok petani muda tersebut sudah mandiri menjalankan program itu, namun pendampingan masih terus dilakukan.
“Yang pasti terus ada pendampingan. Kita memang modelnya bergulir, ketika ada kelompok yang sudah berhasil, kemudian dia mendampingi kelompok-kelompok baru,” ujar dia.
Country Head of Public Affairs Citi Indonesia Hario Widyananto mengatakan program yang sudah dijalankan merupakan salah satu upaya yang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian dan peternakan, serta mendukung penguatan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
“Selain membantu membangun sistem pangan yang lebih tangguh, kami berharap kolaborasi ini bisa mendorong semakin banyak pelaku industri lainnya untuk bersatu dan menemukan solusi inovatif dengan menciptakan peluang bagi kelompok marginal, termasuk kaum muda di So’e, guna merealisasikan potensi sebagai masyarakat yang produktif,” ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
