Labuan Bajo (ANTARA) - Kegiatan Weekend at Parapuar Cultural Hills yang terlaksana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (6/7), menjadi ruang yang tepat bagi seniman dan komunitas lokal di sana, kata Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Noldi Pellokila.
"Ini sangat baik dan kami berharap ke depan lebih baik lagi," katanya, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dikolaborasikan dengan pagelaran di Destinasi Pariwisata Prioritas (PENTAS) itu.
Dengan adanya kegiatan akhir pekan yang menjadi inisiatif dari Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) itu, menurut Noldi, membuat Manggarai Barat memiliki lebih banyak aktivitas yang dapat menarik wisatawan untuk mau mengunjungi daerah-daerah di Labuan Bajo.
Ia juga mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT saat ini tengah melakukan kegiatan serupa di Kota Kupang dengan memfasilitasi berbagai paguyuban budaya di sana.
"Sedang kami persiapkan," ujar dia.

Ia mengatakan berharap agar kolaborasi dan koordinasi lintas sektor yang telah terbangun guna menyukseskan kegiatan tersebut dan mendukung perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas yang telah terjalin tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan.
Menurut dia, BPOLBF tidak bisa sendiri, tapi membutuhkan dukungan agar kegiatan tersebut dapat terlaksana secara berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF Dwi Marhen Yono mengatakan kegiatan Weekend at Parapuar Cultural Hills akan digelar dua kali setiap bulan dan merupakan ruang pertemuan terbuka untuk merayakan budaya dalam satu lanskap destinasi yang inklusif.
"Sehingga akan menjadi 'travel pattern' atau pola perjalanan wisatawan yang datang ke pelabuhan Bajo," katanya.
Ia mengatakan kegiatan itu dilakukan agar para wisatawan dapat menyebar tidak hanya di Taman Nasional Komodo (TNK), namun juga dapat menikmati berbagai atraksi alam dan budaya di Labuan Bajo.
"Selama ini menurut pak Sekda Manggarai Barat, 18 persen wisatawan masih di 'mainland' Flores ini. Jadi yang di darat itu hanya 18 persen dan yang 82 persen masih di TNK dan laut. Mudah-mudahan nanti dengan atraksi seni budaya Manggarai seperti hari ini, itu bisa naik 20-40 persen dan seterusnya, sehingga nanti dampak ekonominya (tersalurkan juga) kepada semua sektor pariwisata termasuk pelaku-pelaku budaya akan terasa," katanya.

