• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews ntt
Senin, 19 Januari 2026
Logo Small Mobile Antaranews ntt
Logo Small Fixed Antaranews ntt
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Kementrans menyiapkan Beasiswa Patriot  bagi 1.100 peserta dari 7 kampus

      Kementrans menyiapkan Beasiswa Patriot bagi 1.100 peserta dari 7 kampus

      Senin, 19 Januari 2026 12:49

      Antaranews kembali meraih Adam Malik Awards untuk media daring terbaik

      Antaranews kembali meraih Adam Malik Awards untuk media daring terbaik

      Rabu, 14 Januari 2026 11:24

      ANTARA mendukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026

      ANTARA mendukung TVRI gelar tayangan Piala Dunia 2026

      Jumat, 9 Januari 2026 17:37

      TVRI menyusun standar pelayanan baru untuk tiga layanan

      TVRI menyusun standar pelayanan baru untuk tiga layanan

      Kamis, 18 Desember 2025 14:16

      LKBN Antara kembali meraih predikat Badan Publik Informatif kategori BUMN

      LKBN Antara kembali meraih predikat Badan Publik Informatif kategori BUMN

      Selasa, 16 Desember 2025 9:47

  • Daerah
    • Kemenag NTT dan GKS memperkuat ekoteologi dan kerukunan umat di Sumba

      Kemenag NTT dan GKS memperkuat ekoteologi dan kerukunan umat di Sumba

      8 menit lalu

      Pemkot Kupang memperkuat sinkronisasi program pendidikan dasar 2026

      Pemkot Kupang memperkuat sinkronisasi program pendidikan dasar 2026

      9 menit lalu

      BPBD mencatat 31 rumah terdampak cuaca ekstrem di Kota Kupang

      BPBD mencatat 31 rumah terdampak cuaca ekstrem di Kota Kupang

      6 jam lalu

      BMKG: Angin kencang di Kupang disebabkan oleh siklon 97S

      BMKG: Angin kencang di Kupang disebabkan oleh siklon 97S

      6 jam lalu

      Badan Geologi melaporkan Gunung Ile Lewotolok naik status jadi Siaga

      Badan Geologi melaporkan Gunung Ile Lewotolok naik status jadi Siaga

      18 January 2026 16:10 Wib

  • Lintas Daerah
    • TNI AD menjelaskan penemuan puing pesawat ATR 42-500

      TNI AD menjelaskan penemuan puing pesawat ATR 42-500

      3 jam lalu

      Kemenhub: Hasil inspeksi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros laik terbang

      Kemenhub: Hasil inspeksi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Maros laik terbang

      5 jam lalu

      BMKG: Indonesia dikepung hujan yang dapat disertai petir pada Senin

      BMKG: Indonesia dikepung hujan yang dapat disertai petir pada Senin

      5 jam lalu

      Basarnas menyiapkan dua opsi operasi cari korban pesawat ATR 42-500

      Basarnas menyiapkan dua opsi operasi cari korban pesawat ATR 42-500

      11 jam lalu

      KNKT: Pesawat ATR pecah berhamburan usai terhambur menabrak Gunung Bulusaraung

      KNKT: Pesawat ATR pecah berhamburan usai terhambur menabrak Gunung Bulusaraung

      11 jam lalu

  • Ekonomi
    • Deputi Gubernur BI Juda Agung mundur, nama Wamenkeu muncul sebagai kandidat

      Deputi Gubernur BI Juda Agung mundur, nama Wamenkeu muncul sebagai kandidat

      2 jam lalu

      Kepala BPH Migas memergoki truk terindikasi selewengkan BBM subsidi

      Kepala BPH Migas memergoki truk terindikasi selewengkan BBM subsidi

      5 jam lalu

      Ditjenpas NTT gelar panen raya komoditas pangan produktif di TTU

      Ditjenpas NTT gelar panen raya komoditas pangan produktif di TTU

      16 January 2026 19:20 Wib

      Kemenkeu: Realisasi belanja APBN 2025 di NTT mencapai Rp32,6 triliun

      Kemenkeu: Realisasi belanja APBN 2025 di NTT mencapai Rp32,6 triliun

      16 January 2026 6:48 Wib

      Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026

      Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026

      16 January 2026 6:47 Wib

  • Politik & Hukum
    • Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

      Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

      9 menit lalu

      Immanuel Ebenezer didakwa menerima gratifikasi Rp3,36 miliar dan Ducati

      Immanuel Ebenezer didakwa menerima gratifikasi Rp3,36 miliar dan Ducati

      2 jam lalu

      Mensesneg: Revisi UU Pemilu tak atur koalisi permanen

      Mensesneg: Revisi UU Pemilu tak atur koalisi permanen

      2 jam lalu

      KPK menangkap Wali Kota Madiun dalam OTT

      KPK menangkap Wali Kota Madiun dalam OTT

      2 jam lalu

      Ketua Komisi II DPR: Revisi UU Pemilu tidak akan gunakan kodifikasi

      Ketua Komisi II DPR: Revisi UU Pemilu tidak akan gunakan kodifikasi

      2 jam lalu

  • Kesra
    • Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN

      Kemenag mengalokasikan anggaran KIP Kuliah Rp1,6 triliun bagi mahasiswa PTKN

      5 jam lalu

      Ekspedisi Patriot Kementrans menargetkan 1.000-1.500 peserta dari 10 kampus

      Ekspedisi Patriot Kementrans menargetkan 1.000-1.500 peserta dari 10 kampus

      5 jam lalu

      Kementrans menerima usulan 60 kawasan transmigrasi baru dari pemda

      Kementrans menerima usulan 60 kawasan transmigrasi baru dari pemda

      5 jam lalu

      Anggota Komisi X DPR meminta pemerintah pastikan pemerataan akses dana riset

      Anggota Komisi X DPR meminta pemerintah pastikan pemerataan akses dana riset

      5 jam lalu

      DPR: Penambahan personel TNI-Polri jangan mengurangi kuota petugas haji

      DPR: Penambahan personel TNI-Polri jangan mengurangi kuota petugas haji

      16 January 2026 13:02 Wib

  • Olahraga
    • Liga Prancis: Lens memimpin klasemen berjarak satu poin dari PSG

      Liga Prancis: Lens memimpin klasemen berjarak satu poin dari PSG

      5 jam lalu

      Klasemen Liga Jerman: Muenchen di puncak, unggul 11 poin dari Dortmund

      Klasemen Liga Jerman: Muenchen di puncak, unggul 11 poin dari Dortmund

      11 jam lalu

      Liga Spanyol - Real Sociedad taklukkan Barcelona

      Liga Spanyol - Real Sociedad taklukkan Barcelona

      11 jam lalu

      Liga Italia - AS Roma kalahkan Torino

      Liga Italia - AS Roma kalahkan Torino

      11 jam lalu

      Liga Spanyol - Atletico Madrid taklukkan Alaves

      Liga Spanyol - Atletico Madrid taklukkan Alaves

      11 jam lalu

  • Hiburan
    • Ridwan Kamil dan Atalia resmi bercerai

      Ridwan Kamil dan Atalia resmi bercerai

      07 January 2026 17:58 Wib

      Eksplor komedi Ernest Prakasa terhadap Vino G. Bastian

      Eksplor komedi Ernest Prakasa terhadap Vino G. Bastian

      14 December 2025 6:00 Wib

      Yuni Shara berdangdut, Rhoma Irama bawakan lagu Aladdin

      Yuni Shara berdangdut, Rhoma Irama bawakan lagu Aladdin

      14 December 2025 5:58 Wib

      Psikolog: Uang kerap digunakan sebagai alat regulasi emosi

      Psikolog: Uang kerap digunakan sebagai alat regulasi emosi

      02 December 2025 16:14 Wib

      Gary Iskak meninggal, sisakan duka yang mendalam bagi sahabat

      Gary Iskak meninggal, sisakan duka yang mendalam bagi sahabat

      29 November 2025 19:30 Wib

  • Internasional
    • PBB mendesak AS patuhi Piagam PBB di tengah klaim atas Greenland

      PBB mendesak AS patuhi Piagam PBB di tengah klaim atas Greenland

      17 January 2026 18:20 Wib

      Eropa dapat memboikot Piala Dunia 2026 untuk protes klaim AS atas Greenland

      Eropa dapat memboikot Piala Dunia 2026 untuk protes klaim AS atas Greenland

      17 January 2026 10:32 Wib

      Trump ancam tak dukung AS caplok Greenland bisa kena tarif tambahan

      Trump ancam tak dukung AS caplok Greenland bisa kena tarif tambahan

      17 January 2026 10:30 Wib

      Kemlu memfasilitasi pemulangan 96 WNI dari Arab Saudi

      Kemlu memfasilitasi pemulangan 96 WNI dari Arab Saudi

      16 January 2026 19:33 Wib

      Menlu: Lebih dari 27 ribu WNI direpatriasi sepanjang 2025

      Menlu: Lebih dari 27 ribu WNI direpatriasi sepanjang 2025

      15 January 2026 8:08 Wib

  • Artikel
    • Konflik Amerika Serikat-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

      Konflik Amerika Serikat-Iran, memori revolusi 47 tahun silam

      18 January 2026 9:26 Wib

      Mencermati masa depan Pilkada di Indonesia

      Mencermati masa depan Pilkada di Indonesia

      14 January 2026 11:36 Wib

      Akhir kisah tiang monorel mangkrak puluhan tahun

      Akhir kisah tiang monorel mangkrak puluhan tahun

      14 January 2026 11:25 Wib

      Agar martabat masyarakat tidak tergerus bansos

      Agar martabat masyarakat tidak tergerus bansos

      14 January 2026 8:17 Wib

      Upaya menjaga muruah dan kredibilitas pajak

      Upaya menjaga muruah dan kredibilitas pajak

      13 January 2026 12:48 Wib

  • Foto
    • Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

      Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

      Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

      Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

      Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

      Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

      Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

      Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

  • Video
    • Jelang mudik Nataru, uji emisi gratis di Kupang sasar angkutan online

      Jelang mudik Nataru, uji emisi gratis di Kupang sasar angkutan online

      Bandara El Tari prediksi lonjakan penumpang Nataru capai 79 ribu orang

      Bandara El Tari prediksi lonjakan penumpang Nataru capai 79 ribu orang

      Sidang kasus Prada Lucky sampaikan penolakan tuntutan oditur militer

      Sidang kasus Prada Lucky sampaikan penolakan tuntutan oditur militer

      Kurangi paparan gawai, Kupang gelar festival permainan tradisional

      Kurangi paparan gawai, Kupang gelar festival permainan tradisional

      Sidang tuntutan 17 terdakwa penganiaya Prada Lucky diundur 10 Desember

      Sidang tuntutan 17 terdakwa penganiaya Prada Lucky diundur 10 Desember

Logo Header Antaranews NTT

Sudah saatnya kebijakan moneter lebih demokratis

id kebijakan moneter,demokratis,bank sentral,bank indonesia,independensi,independensi BI,inflasi Senin, 28 Juli 2025 14:36 WIB

Image Print
Sudah saatnya kebijakan moneter lebih demokratis

Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani sebagai pemimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 pada 17-18 Juli 2025 di Durban, Afrika Selatan. (ANTARA/HO-Bank Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Selama lebih dari dua dekade, independensi bank sentral telah menjadi doktrin utama dalam tata kelola ekonomi modern, termasuk di Indonesia.

Bank Indonesia (BI), melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 1999, diamanatkan sebagai lembaga independen yang terbebas dari campur tangan pemerintah. Sejak itu, segala keputusan moneter—mulai dari suku bunga acuan hingga pengendalian inflasi—dikelola oleh teknokrat yang dipercaya bekerja berdasarkan prinsip rasional dan ilmiah.

Namun, dalam dunia yang semakin kompleks, muncul pertanyaan yang dulu dianggap tabu: apakah independensi bank sentral benar-benar selaras dengan prinsip demokrasi?

Demokrasi tidak hanya soal pemilu dan kebebasan berpendapat, tetapi juga menyangkut sejauh mana lembaga-lembaga publik tunduk pada akuntabilitas rakyat. Dalam sistem demokratis, pengadilan harus netral, parlemen harus representatif, dan eksekutif harus bertanggung jawab.

Lalu bagaimana dengan lembaga yang mengatur urat nadi ekonomi negara—yakni uang? Ketika bank sentral diberi kebebasan penuh menentukan arah kebijakan moneter tanpa kontrol rakyat yang memadai, apakah itu bukan sebuah pengecualian yang patut dipertanyakan?

Selama ini, dalih utama independensi bank sentral adalah kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga. Teori ekonomi klasik menyebut bahwa tekanan politik, terutama dari pemerintahan yang ingin membiayai defisit atau menggenjot pertumbuhan menjelang pemilu, bisa mendorong pencetakan uang secara berlebihan dan menyebabkan inflasi.

Oleh karena itu, bank sentral harus dijauhkan dari politik agar dapat fokus pada tujuan jangka panjang. Model seperti ini disebut dengan "independensi instrumen", di mana bank sentral memiliki kewenangan penuh memilih alat kebijakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh undang-undang, yaitu stabilitas nilai rupiah.

Namun kenyataannya, kebijakan moneter bukanlah kebijakan teknis yang netral. Setiap keputusan moneter pasti memiliki dampak distribusi.

Kenaikan suku bunga misalnya, bisa menekan inflasi, tetapi juga menyebabkan pelaku usaha kecil kesulitan mengakses kredit, meningkatkan pengangguran, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, suku bunga rendah mendorong konsumsi dan investasi, tetapi juga bisa memicu gelembung aset dan meningkatkan ketimpangan kekayaan karena aset-aset seperti saham dan properti makin mahal.

Dalam kondisi seperti ini, dapatkah kita mengklaim bahwa kebijakan bank sentral adalah urusan teknokrat murni?

Contoh paling jelas terlihat selama pandemi COVID-19. Ketika pemerintah Indonesia kekurangan ruang fiskal untuk membiayai penanganan pandemi, Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana melalui skema burden sharing.

Langkah ini memang dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah dan bersifat sementara, tetapi menandai titik penting dalam sejarah moneter Indonesia: independensi BI dilenturkan demi kebutuhan nasional.

Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter dapat adaptif terhadap krisis. Namun di sisi lain, ini membuka perdebatan: apakah BI masih independen, atau kini telah lebih dekat ke pemerintah?

Dalam konteks global, pengalaman serupa juga terjadi. Di Amerika Serikat, mantan Presiden Donald Trump secara terang-terangan mengkritik Federal Reserve karena tidak menurunkan suku bunga sesuai harapannya. Ia bahkan menyuarakan keinginan untuk memecat Gubernur The Fed, Jerome Powell.

Meski menuai kritik luas, tindakan Trump mencerminkan ketegangan lama antara kebijakan ekonomi teknokratik dengan kehendak politik. Di Eropa, Bank Sentral Eropa juga dikritik karena terlalu berpihak pada kepentingan negara-negara kaya seperti Jerman dan mengabaikan beban ekonomi negara seperti Yunani dan Italia.

Permasalahan lain muncul dari tren finansialisasi global. Sejak krisis keuangan 2008, banyak bank sentral justru mendukung ekspansi sektor keuangan melalui kebijakan suku bunga rendah dan quantitative easing. Akibatnya, aset keuangan seperti saham dan obligasi meningkat tajam, memperkaya pemilik modal tetapi meninggalkan masyarakat pekerja yang tidak memiliki aset serupa.

Shadow banking pun berkembang pesat. Laporan menunjukkan bahwa aset shadow banking di dunia meningkat dari 62 triliun dolar AS pada 2007 menjadi 238,8 triliun dolar AS pada 2024. Sementara itu, bank sentral cenderung pasif terhadap pengangguran dan kesenjangan sosial. Jika bank sentral independen justru lebih berpihak pada pasar keuangan dibanding rakyat, untuk siapa sesungguhnya mereka bekerja?

Dalam literatur akademik, kritik terhadap independensi bank sentral sudah muncul sejak lama. Ekonom seperti Joseph Stiglitz menyatakan bahwa terlalu banyak kebijakan ekonomi yang "dibajak" oleh teknokrasi dan terlalu sedikit yang tunduk pada pertimbangan demokratis.

Christine Desan dari Harvard Law School bahkan menyebut bahwa uang seharusnya dipandang sebagai "media demokratis", bukan instrumen teknokratis semata. Ia menekankan bahwa karena uang mempengaruhi distribusi kekayaan dan kekuasaan, maka kontrol atasnya harus bersifat demokratis. John Maynard Keynes pun, dalam A Tract on Monetary Reform (1923), menyerukan agar kebijakan moneter tidak sepenuhnya dilepaskan dari prinsip-prinsip keadilan sosial.

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi posisi Bank Indonesia ke depan? Apakah independensinya harus dikurangi? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Menghapus independensi bank sentral secara total justru bisa membuka risiko moral hazard, seperti inflasi tinggi akibat pencetakan uang tanpa kendali. Namun bukan berarti sistem yang ada sekarang tidak bisa diperbaiki. Justru yang perlu dilakukan adalah menciptakan “kerangka demokratisasi moneter” yang tetap menjamin profesionalisme teknokratik tetapi juga memperkuat akuntabilitas.

Pertama, perlu ada pembaruan dalam relasi antara Bank Indonesia dan publik. BI harus lebih transparan tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam menjelaskan dampak distribusi dari kebijakan yang diambil. Misalnya, keputusan menaikkan suku bunga sebaiknya disertai analisis tentang siapa yang akan paling terdampak—buruh, pelaku UMKM, atau rumah tangga kelas menengah.

Kedua, parlemen dapat berperan lebih aktif dalam mengevaluasi kebijakan moneter, bukan hanya sekadar mendengarkan laporan tahunan BI, tetapi juga mengundang masukan dari akademisi, serikat pekerja, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

Ketiga, mandat Bank Indonesia dapat diperluas secara hati-hati. Selama ini, BI hanya memiliki dua fokus: stabilitas harga dan sistem pembayaran. Namun dalam kondisi saat ini, Indonesia mungkin perlu meniru Amerika Serikat yang memberi The Fed mandat ganda—yakni stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja.

Mandat ini tidak harus membatasi BI, tetapi justru memberi fleksibilitas dalam menghadapi krisis sosial ekonomi. Keempat, struktur Dewan Gubernur BI juga dapat dibuka bagi keberagaman latar belakang, termasuk ahli dari sektor riil, tenaga kerja, atau ekonomi pembangunan, bukan hanya ekonom moneter.

Reformasi ini bukan upaya untuk "mempolitisasi" Bank Indonesia, tetapi untuk mengembalikannya kepada rakyat. Kebijakan moneter, seperti halnya kebijakan fiskal, harus tunduk pada prinsip keadilan dan kesejahteraan sosial. Tidak cukup hanya menjaga stabilitas harga jika harga itu justru menciptakan pengangguran dan kesenjangan.

Pada akhirnya, kita perlu menegaskan bahwa independensi bank sentral adalah sarana, bukan tujuan. Ia penting untuk menjaga disiplin dan kredibilitas ekonomi, tetapi harus tetap berada dalam kerangka demokratis. Masyarakat Indonesia sudah semakin sadar akan pentingnya keadilan ekonomi.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita membuka diskusi yang jujur dan terbuka tentang bagaimana uang—dan lembaga yang mengelolanya dapat benar-benar melayani kepentingan rakyat, bukan hanya angka-angka di layar komputer.

*) Dr.Aswin Rivai,SE.,MM adalah Pemerhati Ekonomi dan Dosen FEB-UPN Veteran, Jakarta, mantan Kepala Divisi International Banking Bank SBI Indonesia

Editor: Slamet Hadi Purnomo

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Saatnya kebijakan moneter lebih demokratis

Pewarta : Dr. Aswin Rivai *)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Menunggu aliran deras dari keran moneter yang kian longgar

Menunggu aliran deras dari keran moneter yang kian longgar

Rabu, 31 Desember 2025 8:55 Wib

Potret pahlawan di bidang moneter dan fiskal Indonesia

Potret pahlawan di bidang moneter dan fiskal Indonesia

Senin, 11 Agustus 2025 13:27 Wib

BI sebut rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter

BI sebut rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter

Rabu, 22 Mei 2024 16:29 Wib

Nilai tukar Rupiah menguat seiring ekspektasi berakhirnya pengetatan moneter AS

Nilai tukar Rupiah menguat seiring ekspektasi berakhirnya pengetatan moneter AS

Selasa, 28 Maret 2023 11:12 Wib

IHSG turun di tengah kekhawatiran berlanjutnya moneter agresif bank sentral AS

IHSG turun di tengah kekhawatiran berlanjutnya moneter agresif bank sentral AS

Rabu, 2 November 2022 19:00 Wib

IHSG turun seiring kembali meningkatnya kekhawatiran pengetatan moneter global

IHSG turun seiring kembali meningkatnya kekhawatiran pengetatan moneter global

Senin, 10 Oktober 2022 10:29 Wib

Rupiah melemah dibayangi pengetatan moneter agresif Bank sentral AS

Rupiah melemah dibayangi pengetatan moneter agresif Bank sentral AS

Selasa, 20 September 2022 9:54 Wib

IHSG menguat menanti kebijakan moneter BI

IHSG menguat menanti kebijakan moneter BI

Selasa, 23 Agustus 2022 10:52 Wib

  • Terpopuler
Gubernur NTT: Ada perubahan skema PON XXII NTT-NTB

Gubernur NTT: Ada perubahan skema PON XXII NTT-NTB

15 January 2026 13:43 Wib

PLN mengalirkan tenaga listrik untuk tiga desa di pelosok NTT

PLN mengalirkan tenaga listrik untuk tiga desa di pelosok NTT

13 January 2026 13:00 Wib

Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026

Penerbangan internasional di Bandara El Tari Kupang kembali mulai Februari 2026

16 January 2026 6:47 Wib

Pesawat ATR 42-500 hilang kontak ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung

Pesawat ATR 42-500 hilang kontak ditemukan di puncak Bukit Bulusaraung

18 January 2026 9:22 Wib

  • Top News
Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

Polisi mendalami keterlibatan Piche Kota terkait kekerasan seksual

KPK menangkap Wali Kota Madiun dalam OTT

KPK menangkap Wali Kota Madiun dalam OTT

Mahkamah Konstitusi: Sanksi pidana maupun perdata tak boleh jadi instrumen utama sengketa pers

Mahkamah Konstitusi: Sanksi pidana maupun perdata tak boleh jadi instrumen utama sengketa pers

Imigrasi: Sindikat penipuan love scam di Tangerang dikendalikan lima warga China

Imigrasi: Sindikat penipuan love scam di Tangerang dikendalikan lima warga China

Mahkamah Konstitusi perjelas makna "perlindungan hukum" terhadap wartawan di UU Pers

Mahkamah Konstitusi perjelas makna "perlindungan hukum" terhadap wartawan di UU Pers

ANTARA News NTT

Foto

Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

Logo Footer Antaranews ntt
kupang.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Lintas Daerah
  • Artikel
  • Ekonomi
  • Politik Hukum
  • Kesra
  • Foto
  • Video
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Seputar NTT
  • Ekonomi
  • Politik & Hukum
  • Kesra
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Internasional
  • Foto
  • Video