• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Logo Header Antaranews ntt
Sabtu, 3 Januari 2026
Logo Small Mobile Antaranews ntt
Logo Small Fixed Antaranews ntt
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • TVRI menyusun standar pelayanan baru untuk tiga layanan

      TVRI menyusun standar pelayanan baru untuk tiga layanan

      Kamis, 18 Desember 2025 14:16

      LKBN Antara kembali meraih predikat Badan Publik Informatif kategori BUMN

      LKBN Antara kembali meraih predikat Badan Publik Informatif kategori BUMN

      Selasa, 16 Desember 2025 9:47

      AHY: Kebutuhan anggaran pemulihan bencana di Pulau Sumatera di atas Rp50 triliun

      AHY: Kebutuhan anggaran pemulihan bencana di Pulau Sumatera di atas Rp50 triliun

      Selasa, 9 Desember 2025 14:19

      Akhmad Munir melantik pengurus PWI Jateng 2025-2030

      Akhmad Munir melantik pengurus PWI Jateng 2025-2030

      Selasa, 2 Desember 2025 16:08

      Rais Aam menegaskan Gus Yahya tidak lagi menjabat Ketum PBNU

      Rais Aam menegaskan Gus Yahya tidak lagi menjabat Ketum PBNU

      Sabtu, 29 November 2025 19:36

  • Daerah
    • BMKG: Waspadai potensi gelombang  setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT

      BMKG: Waspadai potensi gelombang setinggi 2,5 meter di sejumlah perairan NTT

      15 jam lalu

      Basarnas memperpanjang pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

      Basarnas memperpanjang pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

      15 jam lalu

      Kedubes Spanyol meminta Basarnas lanjut cari korban kapal tenggelam

      Kedubes Spanyol meminta Basarnas lanjut cari korban kapal tenggelam

      01 January 2026 22:17 Wib

      Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal

      Gubernur NTT bersama tokoh agama dan adat berdoa di lokasi kecelakaan kapal

      31 December 2025 16:32 Wib

      Gubernur NTT melibatkan tokoh agama-adat mencari korban kapal tenggelam

      Gubernur NTT melibatkan tokoh agama-adat mencari korban kapal tenggelam

      31 December 2025 6:39 Wib

  • Lintas Daerah
    • BMKG: Mayoritas wilayah Indonesia difominasi hujan pada Jumat

      BMKG: Mayoritas wilayah Indonesia difominasi hujan pada Jumat

      15 jam lalu

      BMKG: Mayoritas kota-kota besar berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang

      BMKG: Mayoritas kota-kota besar berpotensi diguyur hujan ringan hingga sedang

      31 December 2025 8:52 Wib

      Dua penerjun tewas tenggelam dalam insiden terjun payung di Pangandaran

      Dua penerjun tewas tenggelam dalam insiden terjun payung di Pangandaran

      30 December 2025 17:33 Wib

      Polisi: Jasad 15 korban kebakaran di Panti Werdha Damai Manado tak dapat dikenali

      Polisi: Jasad 15 korban kebakaran di Panti Werdha Damai Manado tak dapat dikenali

      30 December 2025 7:51 Wib

      Panglima TNI tambah 15 batalyon percepat pembangunan jembatan dan hunian di Sumatera

      Panglima TNI tambah 15 batalyon percepat pembangunan jembatan dan hunian di Sumatera

      29 December 2025 12:03 Wib

  • Ekonomi
    • HKI meminta pemerintah fokus sinergikan izin kawasan industri pada 2026

      HKI meminta pemerintah fokus sinergikan izin kawasan industri pada 2026

      01 January 2026 19:22 Wib

      Rosan menargetkan Rp1 triliun dari dana CSR BUMN untuk pascabencana

      Rosan menargetkan Rp1 triliun dari dana CSR BUMN untuk pascabencana

      01 January 2026 19:19 Wib

      Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo turun per 1 Januari 2026

      Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo turun per 1 Januari 2026

      01 January 2026 10:33 Wib

      DJPb NTT mencatat transaksi menggunakan KKP pada 2025 capai Rp29,05 miliar

      DJPb NTT mencatat transaksi menggunakan KKP pada 2025 capai Rp29,05 miliar

      31 December 2025 6:39 Wib

      Mensesneg: Kementerian Kehutanan mengaudit 24 perusahaan penerima HPH, HTI

      Mensesneg: Kementerian Kehutanan mengaudit 24 perusahaan penerima HPH, HTI

      30 December 2025 7:52 Wib

  • Politik & Hukum
    • KPK menekankan aturan jelas soal wacana pilkada oleh DPRD

      KPK menekankan aturan jelas soal wacana pilkada oleh DPRD

      3 jam lalu

      LPSK menerima 13.027 permohonan sepanjang 2025

      LPSK menerima 13.027 permohonan sepanjang 2025

      3 jam lalu

      KUHAP baru resmi berlaku, atur keadilan restoratif hingga rekaman CCTV

      KUHAP baru resmi berlaku, atur keadilan restoratif hingga rekaman CCTV

      3 jam lalu

      Bareskrim membongkar jaringan judi daring internasional T6 hingga 1XBET

      Bareskrim membongkar jaringan judi daring internasional T6 hingga 1XBET

      3 jam lalu

      Prabowo memberi tugas khusus kepada Seskab, Mensesneg, Menlu, Dasco

      Prabowo memberi tugas khusus kepada Seskab, Mensesneg, Menlu, Dasco

      3 jam lalu

  • Kesra
    • Mendiktisaintek mendorong penguatan ekosistem riset secara bersama

      Mendiktisaintek mendorong penguatan ekosistem riset secara bersama

      01 January 2026 10:29 Wib

      Jasa Raharja memastikan beri santunan korban kecelakaan KM Putri Sakinah

      Jasa Raharja memastikan beri santunan korban kecelakaan KM Putri Sakinah

      30 December 2025 7:32 Wib

      Apindo: Kenaikan UMP perlu mempertimbangkan angka pengangguran-pencari kerja

      Apindo: Kenaikan UMP perlu mempertimbangkan angka pengangguran-pencari kerja

      23 December 2025 9:07 Wib

      BMKG mengimbau warga dan pelaku wisata di Labuan Bajo waspadai cuaca ekstrem

      BMKG mengimbau warga dan pelaku wisata di Labuan Bajo waspadai cuaca ekstrem

      22 December 2025 4:55 Wib

      Pj. Ketum PBNU sambangi sejumlah pesantren di Jawa Timur

      Pj. Ketum PBNU sambangi sejumlah pesantren di Jawa Timur

      19 December 2025 5:29 Wib

  • Olahraga
    • Liam Rosenior kandidat kuat gantikan Enzo Maresca di Chelsea

      Liam Rosenior kandidat kuat gantikan Enzo Maresca di Chelsea

      15 jam lalu

      Liga Inggris - Arsenal nyaman di puncak usai Manchester City gagal menang

      Liga Inggris - Arsenal nyaman di puncak usai Manchester City gagal menang

      15 jam lalu

      Liga Inggris - Laga Tottenham Hotspur lawan Brentford berakhir imbang tanpa gol

      Liga Inggris - Laga Tottenham Hotspur lawan Brentford berakhir imbang tanpa gol

      15 jam lalu

      Liga Inggris - Manchester City gagal amankan tiga poin usai ditahan imbang Sunderland

      Liga Inggris - Manchester City gagal amankan tiga poin usai ditahan imbang Sunderland

      15 jam lalu

      Liga Inggris - Liverpool berbagi poin setelah main imbang tanpa gol lawan Leeds

      Liga Inggris - Liverpool berbagi poin setelah main imbang tanpa gol lawan Leeds

      15 jam lalu

  • Hiburan
    • Eksplor komedi Ernest Prakasa terhadap Vino G. Bastian

      Eksplor komedi Ernest Prakasa terhadap Vino G. Bastian

      14 December 2025 6:00 Wib

      Yuni Shara berdangdut, Rhoma Irama bawakan lagu Aladdin

      Yuni Shara berdangdut, Rhoma Irama bawakan lagu Aladdin

      14 December 2025 5:58 Wib

      Psikolog: Uang kerap digunakan sebagai alat regulasi emosi

      Psikolog: Uang kerap digunakan sebagai alat regulasi emosi

      02 December 2025 16:14 Wib

      Gary Iskak meninggal, sisakan duka yang mendalam bagi sahabat

      Gary Iskak meninggal, sisakan duka yang mendalam bagi sahabat

      29 November 2025 19:30 Wib

      Daftar lengkap peraih Piala Citra FFI 2025

      Daftar lengkap peraih Piala Citra FFI 2025

      21 November 2025 9:05 Wib

  • Internasional
    • Wali Kota New York cabut sejumlah perintah eksekutif yang dukung Israel

      Wali Kota New York cabut sejumlah perintah eksekutif yang dukung Israel

      3 jam lalu

      Prabowo terima laporan soal perkembangan kampung haji Indonesia di Mekkah

      Prabowo terima laporan soal perkembangan kampung haji Indonesia di Mekkah

      24 December 2025 11:51 Wib

      Kelompok Asia-Pasifik resmi ajukan Indonesia sebagai calon Presiden Dewan HAM PBB

      Kelompok Asia-Pasifik resmi ajukan Indonesia sebagai calon Presiden Dewan HAM PBB

      24 December 2025 11:44 Wib

      Lemhannas: Kunjungan Prabowo ke luar negeri untuk mempertegas posisi RI

      Lemhannas: Kunjungan Prabowo ke luar negeri untuk mempertegas posisi RI

      16 December 2025 14:37 Wib

      Anwar Ibrahim mencermati fenomena koruptor dianggap pahlawan di Malaysia

      Anwar Ibrahim mencermati fenomena koruptor dianggap pahlawan di Malaysia

      16 December 2025 14:36 Wib

  • Artikel
    • Negara harus hadir mencegah modal politik tinggi

      Negara harus hadir mencegah modal politik tinggi

      15 jam lalu

      Riset hingga revisi regulasi, wajah terkini transformasi transmigrasi

      Riset hingga revisi regulasi, wajah terkini transformasi transmigrasi

      31 December 2025 8:58 Wib

      Menunggu aliran deras dari keran moneter yang kian longgar

      Menunggu aliran deras dari keran moneter yang kian longgar

      31 December 2025 8:55 Wib

      Dilema penambahan RTH dan prostitusi ruang terbuka di Jakarta

      Dilema penambahan RTH dan prostitusi ruang terbuka di Jakarta

      31 December 2025 8:51 Wib

      Refleksi akhir tahun 2025, mengawal muruah otda dan keadilan fiskal

      Refleksi akhir tahun 2025, mengawal muruah otda dan keadilan fiskal

      30 December 2025 14:58 Wib

  • Foto
    • Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

      Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

      Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

      Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

      Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

      Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

      Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

      Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

      Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

  • Video
    • Jelang mudik Nataru, uji emisi gratis di Kupang sasar angkutan online

      Jelang mudik Nataru, uji emisi gratis di Kupang sasar angkutan online

      Bandara El Tari prediksi lonjakan penumpang Nataru capai 79 ribu orang

      Bandara El Tari prediksi lonjakan penumpang Nataru capai 79 ribu orang

      Sidang kasus Prada Lucky sampaikan penolakan tuntutan oditur militer

      Sidang kasus Prada Lucky sampaikan penolakan tuntutan oditur militer

      Kurangi paparan gawai, Kupang gelar festival permainan tradisional

      Kurangi paparan gawai, Kupang gelar festival permainan tradisional

      Sidang tuntutan 17 terdakwa penganiaya Prada Lucky diundur 10 Desember

      Sidang tuntutan 17 terdakwa penganiaya Prada Lucky diundur 10 Desember

Logo Header Antaranews NTT

Sudah saatnya kebijakan moneter lebih demokratis

id kebijakan moneter,demokratis,bank sentral,bank indonesia,independensi,independensi BI,inflasi Senin, 28 Juli 2025 14:36 WIB

Image Print
Sudah saatnya kebijakan moneter lebih demokratis

Gubernur BI Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani sebagai pemimpin delegasi Republik Indonesia dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral (FMCBG) G20 pada 17-18 Juli 2025 di Durban, Afrika Selatan. (ANTARA/HO-Bank Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Selama lebih dari dua dekade, independensi bank sentral telah menjadi doktrin utama dalam tata kelola ekonomi modern, termasuk di Indonesia.

Bank Indonesia (BI), melalui Undang-Undang No. 23 Tahun 1999, diamanatkan sebagai lembaga independen yang terbebas dari campur tangan pemerintah. Sejak itu, segala keputusan moneter—mulai dari suku bunga acuan hingga pengendalian inflasi—dikelola oleh teknokrat yang dipercaya bekerja berdasarkan prinsip rasional dan ilmiah.

Namun, dalam dunia yang semakin kompleks, muncul pertanyaan yang dulu dianggap tabu: apakah independensi bank sentral benar-benar selaras dengan prinsip demokrasi?

Demokrasi tidak hanya soal pemilu dan kebebasan berpendapat, tetapi juga menyangkut sejauh mana lembaga-lembaga publik tunduk pada akuntabilitas rakyat. Dalam sistem demokratis, pengadilan harus netral, parlemen harus representatif, dan eksekutif harus bertanggung jawab.

Lalu bagaimana dengan lembaga yang mengatur urat nadi ekonomi negara—yakni uang? Ketika bank sentral diberi kebebasan penuh menentukan arah kebijakan moneter tanpa kontrol rakyat yang memadai, apakah itu bukan sebuah pengecualian yang patut dipertanyakan?

Selama ini, dalih utama independensi bank sentral adalah kebutuhan untuk menjaga stabilitas harga. Teori ekonomi klasik menyebut bahwa tekanan politik, terutama dari pemerintahan yang ingin membiayai defisit atau menggenjot pertumbuhan menjelang pemilu, bisa mendorong pencetakan uang secara berlebihan dan menyebabkan inflasi.

Oleh karena itu, bank sentral harus dijauhkan dari politik agar dapat fokus pada tujuan jangka panjang. Model seperti ini disebut dengan "independensi instrumen", di mana bank sentral memiliki kewenangan penuh memilih alat kebijakan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan oleh undang-undang, yaitu stabilitas nilai rupiah.

Namun kenyataannya, kebijakan moneter bukanlah kebijakan teknis yang netral. Setiap keputusan moneter pasti memiliki dampak distribusi.

Kenaikan suku bunga misalnya, bisa menekan inflasi, tetapi juga menyebabkan pelaku usaha kecil kesulitan mengakses kredit, meningkatkan pengangguran, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, suku bunga rendah mendorong konsumsi dan investasi, tetapi juga bisa memicu gelembung aset dan meningkatkan ketimpangan kekayaan karena aset-aset seperti saham dan properti makin mahal.

Dalam kondisi seperti ini, dapatkah kita mengklaim bahwa kebijakan bank sentral adalah urusan teknokrat murni?

Contoh paling jelas terlihat selama pandemi COVID-19. Ketika pemerintah Indonesia kekurangan ruang fiskal untuk membiayai penanganan pandemi, Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar perdana melalui skema burden sharing.

Langkah ini memang dilakukan dalam koordinasi dengan pemerintah dan bersifat sementara, tetapi menandai titik penting dalam sejarah moneter Indonesia: independensi BI dilenturkan demi kebutuhan nasional.

Di satu sisi, ini menunjukkan bahwa kebijakan moneter dapat adaptif terhadap krisis. Namun di sisi lain, ini membuka perdebatan: apakah BI masih independen, atau kini telah lebih dekat ke pemerintah?

Dalam konteks global, pengalaman serupa juga terjadi. Di Amerika Serikat, mantan Presiden Donald Trump secara terang-terangan mengkritik Federal Reserve karena tidak menurunkan suku bunga sesuai harapannya. Ia bahkan menyuarakan keinginan untuk memecat Gubernur The Fed, Jerome Powell.

Meski menuai kritik luas, tindakan Trump mencerminkan ketegangan lama antara kebijakan ekonomi teknokratik dengan kehendak politik. Di Eropa, Bank Sentral Eropa juga dikritik karena terlalu berpihak pada kepentingan negara-negara kaya seperti Jerman dan mengabaikan beban ekonomi negara seperti Yunani dan Italia.

Permasalahan lain muncul dari tren finansialisasi global. Sejak krisis keuangan 2008, banyak bank sentral justru mendukung ekspansi sektor keuangan melalui kebijakan suku bunga rendah dan quantitative easing. Akibatnya, aset keuangan seperti saham dan obligasi meningkat tajam, memperkaya pemilik modal tetapi meninggalkan masyarakat pekerja yang tidak memiliki aset serupa.

Shadow banking pun berkembang pesat. Laporan menunjukkan bahwa aset shadow banking di dunia meningkat dari 62 triliun dolar AS pada 2007 menjadi 238,8 triliun dolar AS pada 2024. Sementara itu, bank sentral cenderung pasif terhadap pengangguran dan kesenjangan sosial. Jika bank sentral independen justru lebih berpihak pada pasar keuangan dibanding rakyat, untuk siapa sesungguhnya mereka bekerja?

Dalam literatur akademik, kritik terhadap independensi bank sentral sudah muncul sejak lama. Ekonom seperti Joseph Stiglitz menyatakan bahwa terlalu banyak kebijakan ekonomi yang "dibajak" oleh teknokrasi dan terlalu sedikit yang tunduk pada pertimbangan demokratis.

Christine Desan dari Harvard Law School bahkan menyebut bahwa uang seharusnya dipandang sebagai "media demokratis", bukan instrumen teknokratis semata. Ia menekankan bahwa karena uang mempengaruhi distribusi kekayaan dan kekuasaan, maka kontrol atasnya harus bersifat demokratis. John Maynard Keynes pun, dalam A Tract on Monetary Reform (1923), menyerukan agar kebijakan moneter tidak sepenuhnya dilepaskan dari prinsip-prinsip keadilan sosial.

Lalu bagaimana seharusnya kita menyikapi posisi Bank Indonesia ke depan? Apakah independensinya harus dikurangi? Jawabannya tidak sesederhana itu.

Menghapus independensi bank sentral secara total justru bisa membuka risiko moral hazard, seperti inflasi tinggi akibat pencetakan uang tanpa kendali. Namun bukan berarti sistem yang ada sekarang tidak bisa diperbaiki. Justru yang perlu dilakukan adalah menciptakan “kerangka demokratisasi moneter” yang tetap menjamin profesionalisme teknokratik tetapi juga memperkuat akuntabilitas.

Pertama, perlu ada pembaruan dalam relasi antara Bank Indonesia dan publik. BI harus lebih transparan tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam menjelaskan dampak distribusi dari kebijakan yang diambil. Misalnya, keputusan menaikkan suku bunga sebaiknya disertai analisis tentang siapa yang akan paling terdampak—buruh, pelaku UMKM, atau rumah tangga kelas menengah.

Kedua, parlemen dapat berperan lebih aktif dalam mengevaluasi kebijakan moneter, bukan hanya sekadar mendengarkan laporan tahunan BI, tetapi juga mengundang masukan dari akademisi, serikat pekerja, pelaku usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

Ketiga, mandat Bank Indonesia dapat diperluas secara hati-hati. Selama ini, BI hanya memiliki dua fokus: stabilitas harga dan sistem pembayaran. Namun dalam kondisi saat ini, Indonesia mungkin perlu meniru Amerika Serikat yang memberi The Fed mandat ganda—yakni stabilitas harga dan penciptaan lapangan kerja.

Mandat ini tidak harus membatasi BI, tetapi justru memberi fleksibilitas dalam menghadapi krisis sosial ekonomi. Keempat, struktur Dewan Gubernur BI juga dapat dibuka bagi keberagaman latar belakang, termasuk ahli dari sektor riil, tenaga kerja, atau ekonomi pembangunan, bukan hanya ekonom moneter.

Reformasi ini bukan upaya untuk "mempolitisasi" Bank Indonesia, tetapi untuk mengembalikannya kepada rakyat. Kebijakan moneter, seperti halnya kebijakan fiskal, harus tunduk pada prinsip keadilan dan kesejahteraan sosial. Tidak cukup hanya menjaga stabilitas harga jika harga itu justru menciptakan pengangguran dan kesenjangan.

Pada akhirnya, kita perlu menegaskan bahwa independensi bank sentral adalah sarana, bukan tujuan. Ia penting untuk menjaga disiplin dan kredibilitas ekonomi, tetapi harus tetap berada dalam kerangka demokratis. Masyarakat Indonesia sudah semakin sadar akan pentingnya keadilan ekonomi.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita membuka diskusi yang jujur dan terbuka tentang bagaimana uang—dan lembaga yang mengelolanya dapat benar-benar melayani kepentingan rakyat, bukan hanya angka-angka di layar komputer.

*) Dr.Aswin Rivai,SE.,MM adalah Pemerhati Ekonomi dan Dosen FEB-UPN Veteran, Jakarta, mantan Kepala Divisi International Banking Bank SBI Indonesia

Editor: Slamet Hadi Purnomo

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Saatnya kebijakan moneter lebih demokratis

Pewarta : Dr. Aswin Rivai *)
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
  • facebook
  • Twitter
  • Whatsapp
  • pinterest
Cetak

Berita Terkait

Menunggu aliran deras dari keran moneter yang kian longgar

Menunggu aliran deras dari keran moneter yang kian longgar

Rabu, 31 Desember 2025 8:55 Wib

Potret pahlawan di bidang moneter dan fiskal Indonesia

Potret pahlawan di bidang moneter dan fiskal Indonesia

Senin, 11 Agustus 2025 13:27 Wib

BI sebut rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter

BI sebut rupiah menguat dipengaruhi bauran kebijakan moneter

Rabu, 22 Mei 2024 16:29 Wib

Nilai tukar Rupiah menguat seiring ekspektasi berakhirnya pengetatan moneter AS

Nilai tukar Rupiah menguat seiring ekspektasi berakhirnya pengetatan moneter AS

Selasa, 28 Maret 2023 11:12 Wib

IHSG turun di tengah kekhawatiran berlanjutnya moneter agresif bank sentral AS

IHSG turun di tengah kekhawatiran berlanjutnya moneter agresif bank sentral AS

Rabu, 2 November 2022 19:00 Wib

IHSG turun seiring kembali meningkatnya kekhawatiran pengetatan moneter global

IHSG turun seiring kembali meningkatnya kekhawatiran pengetatan moneter global

Senin, 10 Oktober 2022 10:29 Wib

Rupiah melemah dibayangi pengetatan moneter agresif Bank sentral AS

Rupiah melemah dibayangi pengetatan moneter agresif Bank sentral AS

Selasa, 20 September 2022 9:54 Wib

IHSG menguat menanti kebijakan moneter BI

IHSG menguat menanti kebijakan moneter BI

Selasa, 23 Agustus 2022 10:52 Wib

  • Terpopuler
BMKG: Waspadai potensi hujan lebat di NTT hingga  awal 2026

BMKG: Waspadai potensi hujan lebat di NTT hingga awal 2026

30 December 2025 14:53 Wib

Tim SAR gabungan makin memperluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

Tim SAR gabungan makin memperluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

31 December 2025 6:38 Wib

Tim SAR gabungan menemukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo

Tim SAR gabungan menemukan serpihan badan kapal wisata tenggelam di Labuan Bajo

28 December 2025 6:19 Wib

Tim SAR menemukan seorang WNA Spanyol korban kecelakaan kapal di Labuan Bajo

Tim SAR menemukan seorang WNA Spanyol korban kecelakaan kapal di Labuan Bajo

29 December 2025 11:21 Wib

  • Top News
Basarnas memperpanjang pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

Basarnas memperpanjang pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo

Kedubes Spanyol meminta Basarnas lanjut cari korban kapal tenggelam

Kedubes Spanyol meminta Basarnas lanjut cari korban kapal tenggelam

Polisi mulai menyelidiki penyebab kecelakaan kapal di Labuan Bajo

Polisi mulai menyelidiki penyebab kecelakaan kapal di Labuan Bajo

Danki A Yonif 834 Lettu Ahmad Faisal divonis 8 tahun penjara disertai pemecatan

Danki A Yonif 834 Lettu Ahmad Faisal divonis 8 tahun penjara disertai pemecatan

4 terdakwa kasus Prada Lucky divonis 6,5 tahun disertai pemecatan

4 terdakwa kasus Prada Lucky divonis 6,5 tahun disertai pemecatan

ANTARA News NTT

Foto

Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

Penyediaan angkutan laut bagi penumpang ke wilayah Indonesia Timur

Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

Pekerja migran Indonesia dideportasi dari Malaysia

Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

Alwi Farhan raih emas tunggal putra bulu tangkis SEA Games 2025

Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

Syukuran HUT ke-6 Partai Gelora

Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

Pelepasan Tukik di Pantai Kelapa Tinggi

Logo Footer Antaranews ntt
kupang.antaranews.com
Copyright © 2026
  • Home
  • Terkini
  • Top News
  • Terpopuler
  • Nusantara
  • Nasional
  • Daerah
  • Lintas Daerah
  • Artikel
  • Ekonomi
  • Politik Hukum
  • Kesra
  • Foto
  • Video
  • Ketentuan Penggunaan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • BrandA
  • ANTARA Foto
  • Korporat
  • PPID
  • www.antaranews.com
  • Antara Foto
  • IMQ
  • Asianet
  • OANA
  • Home
  • Seputar NTT
  • Ekonomi
  • Politik & Hukum
  • Kesra
  • Olahraga
  • Hiburan
  • Internasional
  • Foto
  • Video