Logo Header Antaranews Kupang

Inovasi kandang ayam petelur dari Kupang, didorong jadi Solusi Nasional untuk peternakan di daerah ekstrem

Senin, 4 Agustus 2025 12:21 WIB
Image Print
Tim peneliti Workshop Business Model Canvas (BMC) (ANTARA/HO-Politeknik Negeri Kupang)

Kupang, NTT (ANTARA) - Dalam upaya menjawab tantangan iklim ekstrem yang kerap melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), kelompok periset dari Politeknik Negeri Kupang menyelenggarakan workshop penyusunan rencana bisnis dan model bisnis (Business Model Canvas/BMC) sebagai bagian dari hilirisasi hasil riset mereka yang berjudul Inovasi Kombinasi Colony Cage System, Tunnel Ventilation, dan Sistem Pakan Otomatis, untuk Optimalisasi Produktivitas Ayam Petelur di Iklim Ekstrim: Kemandirian Lokal dalam Pemenuhan Kebutuhan Protein Bagi Kebijakan Makan Siang Gratis.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 27 April 2025, di Ballroom Hotel Sotis Kupang, dan dihadiri oleh pimpinan Politeknik Negeri Kupang (PNK), Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) PNK, akademisi dari PNK dan Politani Kupang, serta mitra riset.

Workshop tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Program Katalisator Kemitraan Berdikari Tahun Kedua, yang didanai oleh e-Rispro Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan RI.

Program Katalisator Kemitraan Berdikari adalah bagian dari program dan kegiatan penguatan kemitraan yang dilakukan oleh Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dit. Mitras DUDI) pada Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbudristek (kini telah berganti nama menjadi Kemendiktisaintek).

Program ini menempatkan riset sebagai fondasi penguatan ekonomi lokal melalui kerja sama lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

Sebagai kelanjutan dari program tahun pertama (Program Ekosmira) yang telah menghasilkan dokumen policy paper berisi workforce planning dan innovation planning, fokus program tahun ini diarahkan pada pembangunan jejaring kemitraan yang lebih kuat guna mengimplementasikan innovation planning tersebut menjadi produk/teknologi tepat guna.

Produk/teknologi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang sesuai dengan potensi daerah dalam bentuk riset terapan.


Teknologi kandang modern untuk ketahanan pangan

Politeknik Negeri Kupang (PNK) pada tahun ini memperoleh pendanaan program untuk dua judul riset terapan melalui skema EMAS (Ekonomi Mandiri dan Sejahtera).

Salah satu riset tersebut berjudul Inovasi Kombinasi Colony Cage System, Tunnel Ventilation, dan Sistem Pakan Otomatis, untuk Optimalisasi Produktivitas Ayam Petelur di Iklim Ekstrim: Kemandirian Lokal dalam Pemenuhan Kebutuhan Protein Bagi Kebijakan Makan Siang Gratis.

Ketua Tim Periset, Ir. Frans Mangngi, ST., M.Eng., IPM., ASEAN Eng menjelaskan bahwa inovasi yang sedang dikembangkan timnya merupakan integrasi dari Colony Cage System, Tunnel Ventilation, dan Sistem Pakan Otomatis.

Teknologi ini dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas ayam petelur di tengah tekanan iklim ekstrem, terutama di kawasan seperti NTT.

“Model kandang ini tidak hanya meningkatkan efisiensi produksi, tetapi juga memungkinkan adaptasi lebih baik terhadap suhu tinggi dan kelembaban ekstrem. Ini penting untuk menjamin ketersediaan sumber protein hewani di daerah rawan pangan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan workshop.


Kolaborasi dan penyusunan dokumen strategis

Workshop ini melibatkan tim periset multidisiplin yang berasal dari 2 (dua) Perguruan Tinggi Vokasi, yaitu Politeknik Negeri Kupang (PNK) dan Politeknik Negeri Pertanian Kupang (Politani).

Tim ini diketuai oleh Ir. Frans Mangngi, ST., M.Eng., IPM., ASEAN Eng (PNK), dengan anggota: Lodia Semaya Amnifu, S.T., MSc(Eng) (PNK); Viky G.L. Radja Pono, S.Kom., M.T.I. (PNK); Marsianus Mario F. Hanmina, S.T., M.T. (PNK); drh. Gerson Y. I. Sakan, MSc (Politani); dan Jansens Christian Letkamang, A.Md (PNK).

Opening Workshop oleh Pimpinan PNK (ANTARA/HO-Politeknik Negeri Kupang)



Workshop ini juga dihadiri oleh mitra utama riset, yaitu ketua Kelompok Tani Maju Sejahtera, Dorlintje Haning, S.Pd.

Kegiatan ini difokuskan pada penyusunan dua dokumen utama, yaitu Rencana Bisnis dan Business Model Canvas, yang dipandu oleh narasumber Sulche Ifone Nafi., SE., M.Sc., PhD. Kedua dokumen tersebut menjadi pijakan strategis dalam replikasi model usaha peternakan berbasis teknologi di wilayah lain.

Diskusi Tim peneliti Workshop Business Model Canvas (BMC) (ANTARA/HO-Politeknik Negeri Kupang)

Selama workshop, peserta mendiskusikan struktur pasar, strategi distribusi, sumber pendanaan, hingga keberlanjutan operasional.

Salah satu capaian utama adalah tersusunnya dokumen BMC yang mencakup sembilan elemen kunci, serta draft rencana bisnis yang terstruktur mulai dari ringkasan eksekutif hingga analisis keuangan.

Diskusi Tim peneliti Workshop Business Model Canvas (BMC) (ANTARA/HO-Politeknik Negeri Kupang)



Penandatanganan Kerja Sama dan rencana lanjut

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Politeknik Negeri Kupang dan Kelompok Tani Maju Sejahtera, menandai komitmen bersama untuk menerapkan hasil riset ini dalam skala riil.

Penandatanganan Kerja Sama antara Politeknik Negeri Kupang dan Kelompok Tani Maju Sejahtera. (ANTARA/HO-Politeknik Negeri Kupang)



“Kolaborasi ini adalah contoh nyata bagaimana riset bisa terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat,” ujar ketua kelompok tani dalam sesi penutupan.

Model peternakan berbasis teknologi ini menjadi contoh bagaimana riset terapan dapat menjawab tantangan lapangan dan meningkatkan kesejahteraan peternak. Ke depan, tim berharap model ini dapat direplikasi lebih luas di daerah-daerah yang menghadapi kendala serupa.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026