Logo Header Antaranews Kupang

Turki dilaporkan menawarkan mediasi AS--Iran, tapi tak ditanggapi

Rabu, 25 Maret 2026 00:40 WIB
Image Print
Tim penyelamat dan warga lokal berupaya menyelamatkan korban luka dari reruntuhan di sebuah sekolah khusus perempuan yang diserang di Minah, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada 28 Februari 2026. (ANTARA/Xinhua/Mehr News Agency)

Ankara (ANTARA) - Turki menawarkan diri sebagai mediator antara Amerika Serikat dan Iran untuk melanjutkan kembali pembicaraan terkait program nuklir Iran.

Namun hingga kini belum ada langkah konkret dari kedua pihak, kata sumber diplomatik Turki yang dikutip RIA Novosti, Selasa.

Sehari sebelumnya, portal berita Middle East Eye melaporkan bahwa Ankara juga mengusulkan gencatan senjata singkat di Timur Tengah sebagai langkah awal menuju proses negosiasi.

“Pihak Turki telah menawarkan jasa mediasi kepada AS dan Iran, tetapi sejauh ini belum ada langkah nyata yang dapat mengarah pada pemulihan proses perundingan,” ujar sumber tersebut.

Ketegangan meningkat sejak 28 Februari, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

AS dan Israel awalnya menyebut serangan itu sebagai langkah “pencegahan” terhadap ancaman dari program nuklir Iran, namun kemudian menegaskan bahwa mereka menginginkan perubahan kekuasaan di Iran.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, gugur pada hari pertama operasi militer tersebut.

Republik Islam Iran kemudian menetapkan masa berkabung selama 40 hari.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Turki dilaporkan tawarkan mediasi AS--Iran, tapi tak ditanggapi



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026