
460 Haktare Sawah Tergenang Banjir

460 haktare sawah milik petani di Kecamatan Kupang Tengah yang telah ditanami padi terendam air banjir setinggi 30 cm.
Kupang (Antara NTT) - Sebanyak 460 haktare sawah di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) digenangi banjir sejak Jumat dini hari akibat luapan kali air sagu.
Pantaun di lokasi bencana kawasan persawahan Noelbaki, 460 haktare sawah milik petani di Kecamatan Kupang Tengah yang telah ditanami padi terendam air banjir setinggi 30 cm. Selain persawahan, banjir juga mengenangi areal persemaian bibit padi milik petani.
Kepala Desa Noelbaki, Melkisedek Keubana, Jumat kepada Antara mengatakan, banjir yang terjadi telah mengenang 460 haktare sawah milik petani di dua lokasi yaitu Rindu Sejahtera dan Usaha Bersama.
Untuk lokasi persawahan usaha bersama, menurut dia, terdapat 200 ha lahan persawahan yang digenangi air banjir akibat luapan air banjir air sagu. Sedangkan dilokasi Rindu Sejahtera sekitar 260 ha, namun tidak separah dialami petani dilokasi usaha bersama.
Ia mengatakan, banjir juga mengenangi rumah penduduk yang berada di sekitar lokasi persawahan Noelbaki.
"Hujan deras disertai angin kencang pada Jumat, dini hari itu menyebabkan areal persawahan yang baru dua pekan ditanami padi itu terendam banjir,"tegasnya.
Ia mengatakan, banjir yang telah mengenangi lokasi persawahan milik petani bisa diantisipasi, jika pembangunan drainase yang melintasi areal persawahan di Oelbaki dibangun secara tuntas menuju muara kali Noelbaki.
"Drainase yang dibangun pemerintah Provinsi NTT tahun 2016 itu dikerjakan tidak tuntas. Bahkan drainasenya kecil tidak mampu menampung debit air banjir yang banyak, menyebabkan air banjir meluap ke areal persawahan petani," tegasnya.
Ia mengatakan, pemerintah Desa Noelbaki, telah mengusulkan kepada pemerintah Kabupaten Kupang, agar pembangunan drainase di kawasan persawahan Noelbaki dikordinasikan dengan pemerintah Desa Noelbaki yang memahami tentang kondisi wilayah ini.
Sementara itu Ny. Mia salah seorang petani di Desa Noelbaki mengatakan, peristiwa banjir yang mengenangi ratusan haktare sawah ini sering terjadi, namun banjir terjadi awal tahun 2017 ini merupakan banjir terbesar.
"Mudah-mudahan hujan bisa segera meredah redah dan air banjir bisa surut agar tanaman padi yang sudah ditanam tidak rusak," harapnya.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
