
Pemkab Mabar minta petani siapkan lahan tanam jelang musim hujan

Labuan Bajo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan setempat meminta para petani agar mempercepat olah tanah dan tanam memasuki musim hujan 2025 guna meningkatkan produksi pertanian khususnya pangan di daerah itu.
"Semua lahan khususnya lahan sawah tadah hujan agar bersiap, sehingga jangan sampai musim hujan lewat, petani baru bergerak, ini dilakukan agar jadwal tanam petani tidak tertunda atau bergeser, tepat waktu," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Manggarai Barat Laurensius Halu di Labuan Bajo, Selasa.
Ia juga mengimbau petani yang mengolah lahan kering agar dimaksimalkan untuk menanam ubi kayu, ubi jalar, jagung, padi ladang dan buah semusim.
"Kesempatan musim hujan ini harus dimanfaatkan dengan baik," ujarnya.
Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Manggarai Barat mencatat pada tahun 2024 total produksi gabah kering giling sebanyak 189,25 ton dari total luas panen 32.840 hektare dan total produksi jagung sebanyak 14.391 ton dari luas panen 3.418 hektare.
Hingga 31 Oktober 2025 total produksi gabah kering giling sebanyak 175.794 ton dari total luas panen 30.680 hektare dan total produksi jagung sebanyak 8.742 ton dari luas panen 2.015 hektare.

"Masih tersisa dua bulan dalam tahun ini, sehingga total produksi beras maupun jagung masih terus bertambah," katanya.
Lebih lanjut, ia juga meminta para petani agar selalu mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengakibatkan banjir dan tanah longsor, dan meminta para petani agar secara gotong-royong merehabilitasi, serta membersihkan saluran air guna mengurangi dampak cuaca ekstrem terhadap tanaman.
Daerah berpotensi longsor dan banjir di Manggarai Barat, lanjut dia, yakni Kecamatan Kuwus, Kuwus Barat dan Ndoso.
"Kurangi pemanfaatan lahan kering terutama pada aliran sungai, lalu tingkatkan penanaman tanaman pangan yang bisa mencegah erosi seperti sorgum, ubi kayu dan ubi jalar karena itu bagian dari menutup permukaan tanah untuk kurangi erosi," katanya.
Ia juga menjelaskan terdapat sebanyak 125 orang penyuluh pertanian yang selalu siap untuk melayani dan membantu 1.980 kelompok tani yang tersebar di 12 kecamatan di daerah itu.
"Petani diharapkan peka dengan perubahan lingkungan, jangan sampai terjadi serangan hama dan penyakit dan petani harus deteksi lebih dini agar segera bangun diskusi dengan penyuluh dan pengamat hama guna mencegah serangan hama atau penyakit," katanya.
Pewarta : Gecio Viana
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
