Kupang, NTT (ANTARA) - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama UNICEF mendorong penguatan kolaborasi multi-stakeholder melalui lokakarya pembelajaran pendekatan PAUD peduli wasting (gizi kurang dan gizi buruk).
“Lokakarya ini bertujuan memberikan informasi kepada stakeholder kunci tentang situasi dan tantangan implementasi layanan PAUD Holistik Integratif (HI), termasuk layanan gizi di NTT,” kata Panitia Pelaksana sekaligus Perwakilan Pokja II TP PKK NTT Polikarpus Do di Kupang, Senin.
Ia menjelaskan NTT merupakan provinsi dengan prevalensi wasting tertinggi di Indonesia. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 menunjukkan prevalensi wasting pada balita di provinsi ini sebesar 15,9 persen.
Sebagai upaya pencegahan, Pemprov NTT bersama lembaga dunia untuk anak UNICEF dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sejak 2022 telah menjalankan percontohan PAUD peduli wasting di dua kabupaten/ kota, kemudian diperluas bertahap ke sembilan kabupaten lain sepanjang 2023-2025.
“Pendekatan PAUD peduli wasting bertujuan mengintegrasikan deteksi dini dan rujukan anak wasting dengan membangun kapasitas guru PAUD dalam mengidentifikasi dan merujuk anak yang berisiko wasting untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ujarnya.
Dalam lokakarya itu, kata dia, turut dipaparkan upaya pencegahan wasting melalui kebun sekolah dan praktik baik dari implementasi di Kota Kupang yang akan menjadi contoh perluasan program di wilayah NTT.
Sebelumnya pada Rabu (8/10) PKK NTT bersama UNICEF perwakilan NTT dan NTB meningkatkan kapasitas 200 guru PAUD melalui orientasi deteksi dini dan rujukan anak wasting.
Selain itu PKK NTT dan UNICEF juga memberikan pita Lingkar Lengan Atas (LiLA) untuk deteksi dini balita berisiko wasting di 5.000 satuan PAUD di 22 kabupaten/ kota melalui PKK kabupaten/kota.
“Setelah lokakarya ini pada 24 November 2025 akan dilanjutkan dengan orientasi daring bagi 5.000 perwakilan PAUD dari 22 kabupaten/kota,” kata Polikarpus.
Lebih lanjut lokakarya ini turut menghasilkan rencana tindak lanjut dan komitmen stakeholder dalam mendukung penguatan dan perluasan PAUD peduli wasting di NTT secara berkelanjutan.
Adapun narasumber/fasilitator dari PKK Provinsi NTT, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Kupang (Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian), Puskesmas Naioni, guru PAUD Lourdez, PAUD Cemara, KB Puri Alak, serta UNICEF.
Kegiatan ini juga diikuti berbagai stakeholder tingkat provinsi dan kota, termasuk OPD teknis (Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, BKKBN), seluruh camat dan ketua PKK kecamatan, lembaga keagamaan, puskesmas, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), HIMPAUDI, serta Bunda PAUD perwakilan enam kabupaten/kota, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Alor, Flores Timur, Ende, Rote Ndao dan Timor Tengah Selatan.


