Logo Header Antaranews Kupang

Kematian Puluhan Sapi Segera Diidentifikasi

Senin, 30 Januari 2017 15:34 WIB
Image Print
Ketua Komisi II DPRD NTT dari F-PKB Yucun Lepa
"Pemerintah segera cek langsung ke lapangan penyebab kematian masal puluhan sapi itu," kata Yucun Lepa.

Kupang (Antara NTT) - Komisi II DPRD Nusa Tenggara Timur yang menangani bidang peternakan meminta pemerintah setempat segera mengidentifikasi penyebab kematian puluhan sapi di Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

"Pemerintah segera cek langsung ke lapangan penyebab kematian masal puluhan sapi itu," kata Ketua Komisi II DPRD NTT Yucun Lepa saat dihubungi Antara di Kupang, Senin.

Politisi partai PKB itu menyarankan agar pemerintah tidak menunggu informasi di lapangan, namun harus turun ke lapangan untuk memastikan kondisi yang terjadi.

"Harus dipastikan apakah faktor kematian sapi disebabkan oleh bakteri, virus atau lainnya harus disampaikan supaya segera ditangani," katanya.

Dia mengaku, pihaknya baru mengetahui informasi dari media massa terkait dengan kematian sapi di Amarasi mencapai 70 ekor beberapa hari belakangan.

Menurutnya, kemungkinan sapi-sapi yang mati tersebut akibat penyakit tertentu seperti SE (Septicaemia Epizootica) yang menyerang alat pernapasan ternak, karena dari informasi yang diperolehnya, sapi-sapi tersebut mengorok keras sebelum mati.

Apalagi, lanjut dia, pada musim hujan seperti saat ini maka potensi penyakit yang menyerang ternak juga lebih tinggi korena kondisi kandang yang juga tidak bersih.

"Kalau ada gangguan pernapasan seperti ini kan pasti karena penyakit, untuk itu sapi yang sudah terserang harus segera dikarantina sehingga tidak menyerang lainnya," katanya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Peternakan NTT Danny Suhadi mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim reaksi cepat untuk mengidentifikasi penyebab kematian sapi-sapi di Amarasi itu.

"Kami juga baru dapat informasi tadi pagi dan sudah siapkan tim untuk ke lapangan hari ini," katanya di Kupang.

Dia mengatakan, informasi terkait jumlah dan penyebab kematian sapi baru bisa dipastikan setelah tim tersebut melakukan identifikasi.

"Sapi-sapi yang dikabarkan mati itu milik masyarakat namun dugaan penyebab kematian belum kita pastikan," demikian Dani Suhadi.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026