
Korban Banjir Ditemukan Mengenaskan

Proses pencarian dilakukan tim SAR gabungan dikali Oematan itu berlangsung dalam kondisi hujan lebat.
Kupang (Antara NTT) - Aparat TNI dari Kodim 1604 Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan Moses Masan (28), pekerja PT. Waskita Karya yang tewas terseret banjir bandang di bendungan Raknamo dalam kondisi mengenaskan di kali Oemetan,4 km arah utara Bendungan Raknamo, Selasa.
Pantaun Antara di lokasi penemuan jenasah di Kali Oemetan, Selasa siang, melaporkan anggota TNI AD dari Koramil Fatuleu, Kabupaten Kupang dibantu warga Desa Raknamo serta anggota SAR gabungan melakukan pencarian terhadap Moses Masan, warga Pati, Provinsi Jawa Tengah dengan menelusuri kali Oemetan sejak pukul 06.00 wita.
Proswes pencarian dilakukan tim SAR gabungan dikali Oematan itu berlangsung dalam kondisi hujan lebat.
Sejumlah anggota TNI AD dibantu warga setempat menemukan tubun korban Moses Masan, sekitar pukul 11.00 wita dalam kondisi yang mengenaskan.
Tubuh korban berada diantara ranting-ranting kayu serta bambu yang terbawah banjir bandang ketika terjadi hujan lebat dilokasi pembangunan bendungan Raknamo, Senin (30/1) siang.
Proses evakuasi jenasah dari lokasi penemuan korban dilakukan puluhan pekerja PT. Waskita karya berlangsung ditengah hujan yang sangat lebat.
Jenash Moses Masan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang mengunakan mobil jenasah dari Rumah Sakit Bhayangkara (RSB) Kupang.
Kepala Basarnas Kupang, Ketut Gede Ardana dihubungi Antara mengatakan, dengan ditemukannya jenasah Moses Masan (28), korban banjir bandang di kawasan pembangunan bendungan Raknamo, operasi SAR dalam peristiwa bencana alam di bendungan Raknamo dinyatakan selesai.
Sebelumnya tiga orang pekerja PT. Waskita Karya tewas terseret banjir bandang di Bendungan Raknamo, Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Pewarta : Bennidiktus Jahang
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
