Logo Header Antaranews Kupang

BPBD Flores Timur mencegah banjir lanjutan di huntara Lewotobi

Senin, 2 Februari 2026 19:41 WIB
Image Print
BPBD dan warga membuat penahan banjir di huntara Lewotobi. ANTARA/HO-BPBD Flores Timur.

Kupang (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Provinsi NTT bersama pemerintah desa dan warga sekitar membuat penahan banjir guna mencegah terjadinya kembali banjir di hunian sementara (huntara) pengungsi erupsi gunung Lewotobi di Flores Timur.

“Kami sedang melakukan penanganan dan saat ini kami dengan masyarakat sedang membersihkan beberapa lokasi di sana untuk meminimalisasi jika terjadi hujan berikutnya,” kata Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur Fredy Moat Aeng saat dihubungi dari Kupang, Senin.

Dia mengatakan hal ini berkaitan dengan banjir yang menerjang huntara korban erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur akibat hujan yang terjadi pada Sabtu (31/1) hingga Minggu (1/2) dengan intensitas tinggi di daerah itu.

Fredy mengatakan ada sekitar empat kopel huntara di daerah itu yang terendam banjir. Akibatnya, sekitar 22 kepala keluarga di lokasi tersebut terdampak oleh banjir tersebut.

Namun, saat ini banjir di lokasi tersebut sudah surut. Sekitar 150 karung pasir diangkut dan disusun untuk mencegah masuknya air ke huntara.

Lebih lanjut, Fredy menambahkan sejumlah rumah di huntara tersebut terendam banjir, karena masih banyak huntara yang belum ditempati oleh warga.

“Sudah dibangun dan tidak ditempati, pasti air akan masuk, karena tidak dijaga dengan baik,” ujar dia.

Karena itu, bagi mereka atau warga yang sudah terdaftar dia berharap segera menempati huntara tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Flores Timur Ignasius Boli Uran mengatakan pemerintah daerah setempat sudah membuat saluran darurat di daerah itu.

“Hanya saluran darurat saja, tidak bisa permanen, karena dilarang sama aturan,” ujarnya saat dihubungi terpisah dari Kupang.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BPBD Flores Timur cegah banjir lanjutan di huntara Lewotobi



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026