
Lemkapi menilai pertemuan Presiden dengan Kapolri hal biasa

Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menilai pertemuan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo merupakan hal biasa dan tidak terkait dengan isu pergantian Kapolri yang kerap dibicarakan publik.
"Pertemuan Presiden Prabowo dengan Kapolri adalah hal biasa antara Presiden sebagai atasan dan Kapolri sebagai bawahan soal perkembangan kamtibmas," kata Edi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa.
Edi meyakini Presiden Prabowo akan melakukan pergantian Kapolri pada saat yang tepat dan menurutnya, saat ini Presiden belum berencana mengganti Kapolri.
“Sejauh ini kami yakin Presiden belum ada rencana pergantian Kapolri sampai waktunya tiba. Pergantian tentu akan dilakukan Presiden ketika menilai waktunya sudah tepat,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia (ADIHGI) itu menilai pergantian Kapolri tidak baik dilakukan apabila didorong oleh tekanan politik, karena berpotensi merusak marwah institusi kepolisian.
“Pergantian Kapolri tidak baik dilakukan Presiden ketika adanya tekanan politik. Artinya Polri tidak boleh diseret-seret ke dalam politik. Kapolri tidak boleh diganti setiap ada tekanan politik, itu sangat berbahaya untuk institusi Polri,” tegasnya.
Dosen Universitas Bhayangkara Jakarta itu berharap Presiden mengganti Kapolri pada waktu yang tepat dan didukung dengan situasi dan kondisi yang kondusif. Hal itu juga demi menjaga marwah kepolisian.
Lebih lanjut, Edi menilai reformasi Polri tidak berkaitan langsung dengan isu pergantian Kapolri.
Anggota Kompolnas periode 2012–2016 itu menjelaskan ada sejumlah tahapan dalam pergantian Kapolri, mulai dari pengajuan sejumlah nama jenderal senior Polri oleh Kompolnas kepada Presiden hingga pengajuan nama ke DPR. Ia menilai Presiden tentu akan meminta masukan Kompolnas ketika momen pergantian Kapolri sudah tepat.
Edi juga meyakini Kapolri tidak memiliki keinginan untuk menjabat selamanya. Namun, karena Presiden masih membutuhkan pemikiran dan dukungan Kapolri, maka Kapolri terus menjalankan tugasnya.
“Kapolri juga tidak pernah berkeinginan menjabat selamanya. Namun karena Presiden masih sangat membutuhkan pemikiran dan dukungan Kapolri, Kapolri menjalankan tugas itu dan terus bekerja keras menyukseskan program Asta Cita Presiden,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejauh ini hasil program Astacita mulai dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia, dengan Polri menjadi salah satu institusi besar yang mendukung kebijakan pemerintah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Lemkapi nilai pertemuan Presiden dengan Kapolri hal biasa
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
