
IRGC menahan 10 orang yang diduga kerja sama dengan AS-Israel

Teheran (ANTARA) - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menahan 10 orang lagi yang diduga bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Sepuluh individu yang berkolaborasi dengan Amerika Serikat dan Israel telah diidentifikasi dan ditahan,” kata IRGC seperti dikutip oleh penyiar Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) pada Selasa (10/3).
IRGC menambahkan bahwa para tahanan tersebut akan menerima “hukuman masa perang.”
Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel pada awalnya mengklaim bahwa serangan yang mereka sebut “preemtif” tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman yang mereka anggap berasal dari program nuklir Iran, tetapi kemudian mereka segera menunjukkan secara jelas bahwa ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dibunuh pada hari pertama operasi militer tersebut. Republik Islam Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menggambarkan pembunuhan Khamenei sebagai pelanggaran hukum internasional yang sinis. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi AS-Israel dan menyerukan deeskalasi segera serta penghentian permusuhan.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IRGC tahan 10 orang yang diduga kerja sama dengan AS-Israel
Pewarta : Kuntum Khaira Riswan
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
