Logo Header Antaranews Kupang

Gubernur memastikan kesiapan arus mudik Idul Fitri di NTT

Jumat, 13 Maret 2026 23:51 WIB
Image Print
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena (tengah) saat memimpin rapat kelancaran arus mudik di NTT. ANTARA/Ho-Humas Pemprov

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena memastikan kesiapan arus mudik Idul Fitri di wilayah tersebut berjalan aman dan lancar melalui penguatan koordinasi lintas sektor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait.

“Transportasi arus mudik harus dipastikan aman, terutama transportasi laut dan udara. Kita ingin masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dapat terlayani dengan baik dan merasa aman,” kata Gubernur Melki Laka Lena.

Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat memimpin rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Rumah Jabatan Gubernur NTT di Kupang, Jumat.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah agenda strategis, antara lain kesiapan transportasi arus mudik, ketersediaan bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), pengawasan perlintasan ilegal di wilayah perbatasan, serta pencegahan potensi konflik sosial di beberapa wilayah di NTT.

Gubernur Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perhubungan bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) telah melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan yang beroperasi, khususnya di Pulau Timor, guna memastikan keselamatan transportasi menjelang arus mudik.

Selain kesiapan transportasi, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional.

Berdasarkan data Bulog, stok beras di Provinsi NTT saat ini mencapai sekitar 17.500 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar tiga bulan ke depan.

Sementara itu, hasil pemantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terhadap 17 jenis dan 26 komoditas kebutuhan pokok selama periode Januari hingga Februari 2026 menunjukkan rata-rata ketahanan stok masih mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar dua bulan selama periode hari raya.

Namun demikian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan harga di tingkat distributor, antara lain daging sapi sebesar 2,94 persen, telur ayam 45 persen, bawang merah 14,28 persen, cabai merah besar 33,33 persen, cabai merah keriting 14,28 persen, serta cabai rawit merah 8,33 persen.

Untuk menjaga stabilitas Harga Melki memerintahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) serta Satuan Tugas Pangan Polda NTT dalam memantau perkembangan harga di pasar.

Selain itu, rapat Forkopimda juga membahas langkah-langkah pencegahan konflik sosial, khususnya terkait sengketa lahan di wilayah Adonara, Kabupaten Flores Timur, serta dinamika sosial di Kabupaten Alor.

Gubernur Melki menekankan pentingnya pendekatan dialog dan mediasi dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi yang damai dan berkelanjutan.

Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jalur perlintasan di wilayah perbatasan, khususnya di Wini, Motamasin, dan Oepoli, guna mencegah aktivitas lintas batas ilegal dari dan ke Timor Leste.

“Pintu masuk resmi kita hanya beberapa, sementara jalur tidak resmi cukup banyak. Karena itu perlu pengawasan yang baik untuk mencegah perlintasan ilegal, baik orang maupun barang,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026