Logo Header Antaranews Kupang

Undana siap jadi mitra strategis Polri guna mewujudkan Smart Policing di NTT

Senin, 16 Maret 2026 16:19 WIB
Image Print
Rektor Undana Prof Jefri S Bale (ketiga kanan) bersama Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko saat peluncuran pusat studi kepolisian dan penandatanganan kerja sama antara Undana dan Kepolisian di Mapolda NTT, Senin (16/3). ANTARA/Kornelis Kaha

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menyatakan kesiapan menjadi mitra strategis Kepolisian RI dalam mendorong transformasi Smart Policing di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian sebagai pusat kajian kebijakan berbasis riset ilmiah.

“Undana merasa terhormat menjadi mitra strategis dalam mewujudkan visi Smart Policing di wilayah NTT. Melalui Pusat Studi Kepolisian, kami berkomitmen menjadi center of excellence yang menjembatani kebijakan operasional kepolisian dengan standar riset ilmiah yang tinggi,” kata Rektor Undana Prof Jefri S Bale di Kupang, Senin.

Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum peluncuran pusat studi kepolisian dan penandatanganan kerja sama antara Undana dan Kepolisian di Mapolda NTT.

Peluncuran pusat Studi kepolisian dan kerja sama itu merupakan implementasi dari Surat Perintah Kapolri Nomor: Sprin/37/I/Huk.2.3./2026 tentang penguatan kajian akademik bagi transformasi kelembagaan Polri.

Menurut dia, pusat studi tersebut tidak hanya berfungsi memberikan rekomendasi kebijakan yang bersifat reaktif, tetapi juga akan menghadirkan kajian akademis yang antisipatif dan solutif terhadap dinamika hukum di wilayah perbatasan dan kepulauan NTT.

Jefri mengatakan, kajian yang dihasilkan diharapkan dapat memastikan setiap langkah transformasi birokrasi di tubuh Polri, khususnya di lingkungan Polda NTT, didasarkan pada data empiris serta pendekatan ilmiah yang relevan dengan karakteristik sosial masyarakat di daerah kepulauan.

Melalui pusat studi tersebut, Undana juga akan mengintegrasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung penguatan kapasitas sumber daya manusia kepolisian.

Pada bidang pendidikan, Undana akan membangun penguatan literasi hukum dan moralitas guna mendukung terbentuknya aparat kepolisian yang profesional, cerdas, bermoral, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Sementara pada aspek penelitian, kampus itu akan mengembangkan riset kepolisian yang bersifat prediktif dan proaktif, termasuk memetakan potensi gangguan keamanan sosial di ruang digital.

"Adapun pada bidang pengabdian kepada masyarakat, Undana akan berkontribusi dalam penguatan layanan publik Polri melalui pendekatan pelayanan terpadu yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat," ujarnya.

Selain itu, sinergi antara Undana dan Polri juga diarahkan pada pengembangan laboratorium sosial bersama yang memungkinkan kolaborasi antara akademisi dan praktisi kepolisian dalam melakukan hilirisasi riset keamanan wilayah.

Dengan skema tersebut, hasil kajian akademik yang dihasilkan di lingkungan kampus diharapkan dapat langsung diaplikasikan dalam strategi pengamanan dan pelayanan publik di wilayah NTT.

Undana juga memandang kerja sama ini sebagai investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia kepolisian melalui program pelatihan bersertifikat serta pendidikan lanjutan bagi personel Polda NTT.

Kolaborasi antara kepakaran akademis dan pengalaman lapangan aparat kepolisian diyakini dapat memperkuat fondasi institusi dalam menghadapi berbagai tantangan penegakan hukum di masa depan.

"Momentum penandatanganan kerja sama ini sekaligus menandai semakin terbukanya kolaborasi antara dunia akademik dan institusi penegak hukum dalam mendorong kebijakan berbasis riset demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat di NTT," ujar dia.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026