
Polda NTT : Angka kecelakaan selama arus mudik turun 1 persen

Kupang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur melaporkan angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik Lebaran 2026 dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga mengalami penurunan sebesar satu persen dibandingkan pada tahun 2025 lalu.
Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Jhony Afrizal Sharifudin di Kupang, Jumat malam usai pertemuan dengan Kapolri secara daring, mengatakan jumlah kecelakaan turun dari 40 kasus menjadi 39 kasus selama periode operasi.
“Kalau dilihat dari kasus kecelakaan selama arus mudik, kali ini untuk wilayah NTT turun satu persen dari semula 40 kasus menjadi 39 kasus,” katanya.
Ia menjelaskan, penurunan tersebut merupakan hasil penguatan pengawasan di titik rawan kecelakaan serta optimalisasi kehadiran personel di lapangan.
Selain itu, juga adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya taat berlalu lintas juga menjadi salah satu faktor utama dalam penurunan angka kecelakaan itu.
Dia berharap di arus balik nanti tidak ada lagi kasus kecelakaan sehingga jumlah yang ada tetap sama.
Selain itu, kecelakaan lalu lintas, angka kriminalitas juga tercatat menurun dari 305 kasus menjadi 300 kasus atau turun 1,64 persen.
Dalam Operasi Turangga tersebut, Polda NTT mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui 560 kegiatan preemtif dan 653 kegiatan preventif guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra juga menyebut arus transportasi selama mudik berjalan lancar, dengan jumlah penumpang jalur laut mencapai 19.589 orang, sementara arus udara terpantau aman dan tertib.
Keberhasilan pelaksanaan Operasi Ketupat Turangga 2026, lanjut dia, tidak terlepas dari sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat.
“Situasi kamtibmas yang aman dan kondusif ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
