
Polisi gagalkan upaya penyelundupan BBM subsidi ke Timor Leste

Kupang (ANTARA) - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penyelundupan Polres Belu Polda Nusa Tenggara Timur menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak bersubsidi ke negara Timor Leste, Senin.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra kepada wartawan di Kupang, menjelaskan upaya penyelundupan itu terungkap saat polisi menemukan lokasi penimbunan BBM bersubsidi tersebut di Lingkungan Fatubenao, Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, saat melakukan patroli.
“Saat patroli polisi mencurigai salah satu rumah yang dimanfaatkan sebagai lokasi aktivitas penyaluran BBM. Sehingga petugas lalu lakukan pengecekan dan menemukan BBM jenis Solar yang disimpan dalam 17 jerigen berkapasitas 35 liter dengan isi rata-rata sekitar 30 liter per jerigen,” katanya.
BBM bersubsidi itu hendak diselundupkan ke negara tetangga melalui jalur darat.
Polisi juga mengamankan satu unit mobil dump truck berwarna merah tanpa nomor polisi dan dokumen kendaraan.
Kendaraan tersebut diketahui telah dimodifikasi dengan dua tangki tambahan di sisi kiri dan kanan bodi, yang diduga digunakan untuk menampung dan mengangkut BBM dalam jumlah besar secara ilegal.
Polisi juga menangkap seorang pria berinisial YL (42) warga Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, yang ditangkap saat sedang melakukan aktivitas pengisian BBM menggunakan kendaraan modifikasi tersebut.
“Pelaku kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Henry.
Ia menyebut penyelundupan BBM bersubsidi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga masyarakat yang berhak memperoleh BBM bersubsidi sesuai ketentuan.
“Penyalahgunaan BBM bersubsidi merupakan tindak pidana yang merugikan negara dan masyarakat. Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap setiap pelanggaran distribusi BBM,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi serta segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan.
“BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Mari bersama kita jaga agar distribusinya tepat sasaran,” tambahnya.
Saat ini, Polres Belu masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan distribusi ilegal yang lebih luas, termasuk menelusuri asal-usul BBM serta keterlibatan pihak lain.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
