Logo Header Antaranews Kupang

BP Batam : Nilai ekspor Batam capai 3,1 miliar dollar AS

Kamis, 30 April 2026 16:46 WIB
Image Print
Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis sedang berbincang-bincang di Batam. ANTARA/Ho-BP Batam
"Penurunan terbesar berasal dari ekspor kapal yang turun sekitar 433,65 juta dolar AS, disusul ekspor kokoa/cokelat yang turun sekitar 91,23 juta dolar AS,

Kupang (ANTARA) - Nilai ekspor Batam pada periode Januari–Februari 2026 tercatat sebesar 3,107 miliar dolar AS atau mengalami penurunan 3,67 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis mengatakan Koreksi tersebut tidak terjadi secara merata, melainkan terkonsentrasi pada dua sektor utama, yakni industri kapal serta komoditas kokoa/cokelat.

"Penurunan terbesar berasal dari ekspor kapal yang turun sekitar 433,65 juta dolar AS, disusul ekspor kokoa/cokelat yang turun sekitar 91,23 juta dolar AS," katanya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pelemahan ekspor Batam lebih dipicu oleh koreksi pada sektor tertentu, bukan penurunan menyeluruh pada basis industri.

Dia mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan langsung dan dialog dengan pelaku usaha di kedua sektor tersebut untuk memastikan sumber tekanan yang terjadi.

“Hasilnya menunjukkan bahwa tekanan saat ini didominasi oleh faktor eksternal,” ujar Fary.

Ia menjelaskan, pada sektor kapal, penurunan dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar pada periode sebelumnya. Selain itu, sektor ini juga sensitif terhadap fluktuasi harga energi dan dinamika geopolitik.

Sementara itu, pada sektor kokoa/cokelat, produksi masih berjalan, namun realisasi ekspor melambat akibat kenaikan biaya bahan baku dan logistik, serta meningkatnya kehati-hatian pasar global.

“Data menunjukkan bahwa koreksi ekspor Batam tidak bersifat menyeluruh, tetapi spesifik pada sektor tertentu. Karena itu, respons yang kami siapkan juga harus presisi, dengan memahami sumber tekanan secara langsung di lapangan,” katanya.

BP Batam menegaskan akan mengambil langkah intervensi terarah melalui penguatan komunikasi dengan dunia usaha, percepatan penanganan hambatan logistik dan biaya, serta koordinasi lintas instansi guna merespons faktor eksternal yang memengaruhi kinerja ekspor.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menjaga daya tahan sektor yang sedang tertekan, sekaligus memperkuat sektor lain yang tetap tumbuh sebagai penopang utama ekspor Batam.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026