
Pemprov NTT melaporkan progres pembangunan SMA Unggul Garuda di TTS

Kupang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melaporkan progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) telah mencapai sekitar 27 persen, melampaui target rencana yang berada di kisaran 25 persen.
“Kami melaporkan bahwa pembangunan ini sudah mengalami kemajuan kurang lebih 27 persen. Ini patut kita syukuri dan banggakan,” kata Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam keterangan yang diterima di Kupang, Kamis.
Hal ini disampaikannya berkaitan dengan hasil kunjungannya ke Kabupaten TTS pada Rabu (6/5) kemarin untuk meninjau perkembangan pembangunan SMA Unggul Garuda di daerah itu.
Ia menegaskan kehadiran SMA Unggul Garuda merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di NTT. Sekolah tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Ini peluang emas bagi anak-anak NTT. Kita harus siapkan mereka agar bisa menjadi manusia hebat di masa depan,” ujarnya.
Pembangunan SMA Unggul Garuda menelan anggaran sekitar Rp200 miliar. Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas penetapan wilayah TTS sebagai lokasi pembangunan sekolah unggulan tersebut.
Manajer Teknik PT Nindya Karya Marganda Purba menjelaskan proyek pembangunan dimulai sejak 21 Maret 2026 dan ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Namun, sejumlah bangunan prioritas didorong selesai lebih cepat pada Juni 2026 agar dapat digunakan saat penerimaan siswa baru.
“Bangunan prioritas yang dikejar selesai Juni antara lain gedung sekolah, asrama putra-putri, kantin, serta hunian guru dan staf,” katanya.
Untuk mempercepat penyelesaian proyek, pihak kontraktor menambah jumlah tenaga kerja di lapangan serta menerapkan sistem kerja bergilir hingga dini hari dengan tetap memperhatikan aktivitas yang tidak menimbulkan kebisingan.
Jumlah tenaga kerja saat ini mencapai 630 orang dan akan ditambah 170 orang sehingga total menjadi 800 orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen merupakan tenaga kerja lokal dan sisanya berasal dari luar daerah.
Secara teknis, pembangunan gedung sekolah telah memasuki tahap struktur lantai dua, termasuk proses pengecoran ring balok. Material baja juga telah tersedia dan dijadwalkan segera dikirim ke lokasi proyek.
Selain gedung utama, proyek ini mencakup pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti laboratorium, perpustakaan, gedung serbaguna, lapangan olahraga indoor, perumahan guru, rumah kepala sekolah, hingga gerbang utama kawasan.
SMA Unggul Garuda dirancang menerima sekitar 160 siswa setiap angkatan dan diharapkan menjadi pusat pendidikan unggulan di NTT dengan fasilitas modern serta sistem pendidikan berkualitas.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
