
BP Batam Dukung Ekspor Timah Solder, Dorong Hilirisasi Industri

“Dukungan BP Batam menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi terhadap eksporKupang (ANTARA) -
Badan Pengusahaan (BP) Batam mendukung pelepasan ekspor timah solder produksi PT Solder Tin Andalan Indonesia (STANIA) sebagai upaya memperkuat hilirisasi industri dan daya saing ekspor daerah.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis di Batam, Kamis, mengatakan momentum ekspor tersebut menunjukkan investasi di Batam mulai bergerak ke tahap produksi dan bernilai tambah.
“Batam harus mampu memosisikan diri sebagai basis industri yang adaptif, efisien, dan siap ekspor di tengah perubahan geopolitik dan pergeseran rantai pasok global,” katanya saat menghadiri pelepasan ekspor di Kawasan Industri Tunas Prima, Nongsa.
Ia menegaskan investasi yang masuk ke Batam perlu didorong tidak hanya pada tahap pembangunan fasilitas, tetapi hingga produksi, hilirisasi, dan ekspor.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan untuk pengiriman timah solder ke pasar India, yang mencerminkan meningkatnya kemampuan industri Batam dalam menembus pasar internasional.
Baca juga: Batam Menyapa Johor: Bersinergi Menuju Poros Investasi SIJORI
Baca juga: Batam sampaikan komitmen investasi USD 10 Miliar pada Forum Islands of Growth
Data BP Batam menunjukkan pertumbuhan ekonomi Batam pada triwulan IV 2025 mencapai 7,49 persen secara tahunan, yang memperlihatkan daya tahan dan daya saing kawasan tersebut sebagai pusat industri dan investasi.
PT Solder Tin Andalan Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang hilirisasi timah dan menjadi bagian dari penguatan struktur industri manufaktur di Batam, khususnya sektor elektronik.
Direktur PT STANIA An Sadiano menyampaikan apresiasi atas dukungan BP Batam dalam pengembangan industri hilir.
“Dukungan BP Batam menjadi bagian penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga perusahaan dapat tumbuh, berproduksi, dan berkontribusi terhadap ekspor,” ujarnya.
BP Batam menilai kegiatan ekspor tersebut menjadi indikator bahwa investasi yang masuk telah terkonversi menjadi aktivitas ekonomi riil, sekaligus memperkuat posisi Batam dalam rantai pasok global.
Ke depan, BP Batam akan terus mendorong pengembangan industri berbasis hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah, memperluas ekspor, dan memperkuat daya saing kawasan di tengah persaingan global.
Pewarta : Kornelis Kaha
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
