Logo Header Antaranews Kupang

Undana menjajaki investasi peternakan modern senilai Rp720 miliar di NTT

Kamis, 21 Mei 2026 18:54 WIB
Image Print
Rektor Undana Prof.Jefri S. Bale (kiri) bersama CEO PT Amana Bina Petani Ayub (Joseph) Karimi berbincang-bincang tentang proyek investasi dalam bidang peternakan di NTT, Kamis (21/5/2026). ANTARA/HO-Undana

Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menjajaki kerja sama strategis dengan pihak swasta untuk mengembangkan ekosistem peternakan dan pertanian modern terintegrasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) senilai 45 juta dolar AS atau sekitar Rp720 miliar.

Rektor Undana Prof.Jefri S. Bale, di Kupang Kamis mengatakan kerja sama itu fokus pengembangannya melalui industri peternakan berbasis teknologi dari hulu hingga hilir di wilayah Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

"Rencana investasi ini sejalan dengan pengembangan keunggulan Undana di bidang lahan kering kepulauan dan pakan berbasis sumber daya lokal," katanya.

Menurut dia, kerja sama ini menjadi jembatan penting bagi hilirisasi riset kampus sehingga inovasi yang dihasilkan dosen dan mahasiswa dapat diimplementasikan dalam skala industri.

Ia menambahkan kolaborasi tersebut diharapkan memperkuat posisi Undana sebagai pusat unggulan pengembangan lahan kering sekaligus memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat NTT.

Proyek pengembangan peternakan modern itu dijadwalkan memulai tahap ground breaking di tahun ini, dengan produksi skala kecil ditargetkan berjalan pada 2028 dan kapasitas industri penuh pada 2034.

CEO PT Amana Bina Petani Ayub (Joseph) Karimi mengatakan perusahaan menyiapkan investasi jangka panjang di atas lahan seluas 3.000 hektar untuk membangun fasilitas pengolahan susu, rumah potong hewan modern, serta pabrik pakan ternak dan ikan.

“Konsep kami bukan sekadar industri skala besar, tetapi juga pola kemitraan. Kami menyediakan bibit dan pelatihan, lalu membeli kembali hasil ternak petani lokal untuk diproses di packing center perusahaan,” katanya.

Ia menjelaskan proyek tersebut menargetkan populasi sapi perah mencapai 5.000 ekor pada 2034, termasuk pengembangan sapi jenis Brahman dan Sahiwal guna memperkuat daya saing produk peternakan NTT di pasar nasional maupun ekspor.

Menurut Joseph, pola kemitraan dengan petani lokal diharapkan mampu menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kerja sama itu, Undana akan berperan sebagai mitra riset, pengembangan sumber daya manusia, serta inovasi teknologi pertanian lahan kering.

PT ABP juga berkomitmen melibatkan mahasiswa Undana dalam program magang bersama tenaga ahli internasional dan membuka peluang beasiswa luar negeri bagi mahasiswa berprestasi.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Undana jajaki investasi peternakan modern Rp720 miliar di NTT



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026