Logo Header Antaranews Kupang

Akademisi nilai Prabowo tersandera kepentingan Habib Rizieq

Senin, 8 Juli 2019 13:35 WIB
Image Print
Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang MSi. (ANTARA FOTO/Bernadus Tokan)
"Sikap ini dapat dimaknai bahwa kubu Prabowo-Sandiaga selama ini tersandera oleh kepentingan Habib sehingga setiap keputusan apa pun selalu dikaitkan dengan kepentingan dia," kata Dr Ahmad Atang.

Kupang (ANTARA) - Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang Dr Ahmad Atang MSi menilai kubu Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019 tersandera oleh kepentingan Muhammad Rizieq Shihab (sapaan akrabnya Habib Rizieq).

"Sikap ini dapat dimaknai bahwa kubu Prabowo-Sandiaga selama ini tersandera oleh kepentingan Habib sehingga setiap keputusan apa pun selalu dikaitkan dengan kepentingan dia," kata Dr Ahmad Atang kepada ANTARA di Kupang, Senin (8/7).

Ahmad Atang mengemukakan hal itu terkait dengan syarat rekonsialiasi ala Prabowo Subianto dan kubu pendukungnya yang meminta kepulangan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab ke Tanah Air.

Ia mengatakan proses politik pilpres yang berjalan kurang lebih 10 bulan, tidak terlepas dari berbagai dinamika, rivalitas, dan konflik kepentingan di kalangan masyarakat pendukung, baik di tingkat elite maupun massa.

Kondisi ini, lanjut dia, perlu dilakukan pemulihan untuk merajut kembali agar menyatukan masyarakat yang terbelah karena perbedaan pilihan politik. Berbagai perkembangan pemikiran masyarakat muncul terkait dengan kondisi tersebut, sehigga langkah rekonsiliasi merupakan pilihan yang cukup tepat.

Baca juga: Perlu percepatan rekonsiliasi antarwarga yang bertikai di Adonara

Namun, menurut dia, untuk menginisiasi rekonsiliasi mesti muncul dari pihak yang menang karena paslon pemenang yang berkepentingan untuk menghimpun kekuatan untuk bersama membangun bangsa lima tahun ke depan.

Untuk merealisasikan langkah rekonsiliasi, kata Ahmad Atang, tergantung pada respons dari pihak yang kalah, yakni pasangan Prabowo-Sandi bersama para pendukungnya..

Dari isu-isu yang berkembang, kata dia, pasangan Prabowo-Sandiaga akan membangun rekonsiliasi telah menawarkan beberapa hal, di antaranya memulangkan Rizieq Shihab dari Arab Saudi.

"Syarat ini, menurut saya, kubu Prabowo-Sandiaga sangat lebay menggadaikan kepentingan bangsa untuk kepentingan individu seorang Habib Rizieq," katanya Ahmad Atang. "Sebagai seorang politikus yang patriotis, mestinya pasangan Prabowo-Sandiaga membela kepentingan dan keutuham bangsa, bukan mengedepan kepentingan individu," katanya.

Sikap ini, tegas Ahmad Atang, justru merendahkan pasangan Prabowo-Sandiaga sendiri. Padahal, yang diharapkan publik adalah adanya keikhlasan dengan penuh kesadaran antara pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin dan Prabowo-Sandiaga untuk melakukan rekonsiasi tanpa syarat.

Baca juga: Jokowi-Ma'ruf Amin harus mengawali langkah rekonsiliasi
Baca juga: Jokowi-Amin perlu rekonsiliasi dengan Prabowo-Sandi



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026