Enam sumber air belum tereksploitasi

id enam sumber air

Wali Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefrison Riwu Kore meresmikan sumur bor di SMP Negeri 10 Kota Kupang, Sabtu (24/8/2019). (ANTARA FOTO/Benny Jahang)

Enam sumber air baku di ibu kota Provinsi  Nusa Tenggara Timur hingga kini belum tereksploitasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat
Kupang (ANTARA) - Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PDAM Kota Kupang Marius R Seran mengatakan terdapat enam sumber air baku di ibu kota Provinsi  Nusa Tenggara Timur hingga kini belum tereksploitasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

"Ada enam sumber air di Kota Kupang yang belum tereksploitasi secara maksimal dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Kota Kupang," kata Marianus R Seran di Kupang, Sabtu (24/8).

Marianus mengatakan, apabila enam sumber air baku itu dioptimalkan maka mampu memproduksi air bersih sebanyak 295 liter/detik hingga 445 liter/detik.

Enam sumber air baku yang belum tereskploitasi itu yaitu sumber air kali Liliba dengan kapasitas produksi mencapai 50 hingga 200 liter/detik, mata air Sagu dengan kapasitas produksi 50 liter/detik serta kali dendeng dengan kapasitas produksi 100 liter/detik.

Selain itu menurut Marinuas Seran, tiga sumber mata air lainnya dengan kapasitas produksi yang cukup besar yaitu sumber air Kolhua dengan kapasitas 10 liter/detik, mata air Oesapa dengan kapasitas 10 liter/detik dan air curah BLUD SPAM NTT memiliki kapasitas produksi 75 liter/detik.

Ia mengatakan, Kota Kupang saat ini mengalami kekurangan debit air sebesar 141,36 liter/detik.

Menurut dia, apabila enam sumber air bersih dengan kapasitas produksi mencapai 295 liter/detik mulai dimanfaatkan maka mampu menutupi kekurangan debit air mencapai 141,36 liter/detik.

"Setidaknya kekurangan air bersih untuk beberapa daerah di Kota Kupang suddah bisa teratasi," kata Marianus Seran.

Baca juga: PDAM Kota Kupang butuh tiga reservoar
Baca juga: PDAM identifikasi sumber air bersih bagi warga Kota Kupang
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar