Penyerangan terhadap Menkopolhukam di luar dugaan

id Penyerangan wiranto

Penyerangan terhadap Menkopolhukam di luar dugaan

Kapolda Banten Irjen Pol. Tomsi Tohir saat memberikan keterangan kepada media terkait dengan peristiwa penyerangan terhadap Menkopolhukam Wiranto di Pandeglang, Kamis (10-10-2019). ANTARA/Mulyana

Penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto benar-benar di luar dugaan.
Pandeglang (ANTARA) - Kapolda Banten Irjen Polisi Tomsi Tohir mengungkapkan penyerangan terhadap Menko Polhukam Wiranto dan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto benar-benar di luar dugaan.

"Penyerangan terhadap Bapak Wiranto benar-benar di luar dugaan. Kejadian ini ketika beliau keluar dari mobil mau menyalami masyarakat," kata Kapolda saat menyampaikan keterangan kepada media terkait dengan peristiwa tersebut di Pandeglang, Kamis (10/10).

Untuk saat ini, lanjut Kapolda Tomsi, pihak keamanan dari Polda Banten sudah melakukan sterilisasi lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

"Peristiwa itu terjadi karena ketulusan hati beliau (Wiranto, red.) turun dari mobilnya untuk menyapa masyarakat," kata Tomsi.

Baca juga: Penyerangan terhadap Wiranto sangat memalukan Banten
Baca juga: MPR juga kecam aksi penyerangan terhadap Wiranto


Menyinggung soal keamanan sewaktu peristiwa, menurut Kapolda, untuk keamanan jelasnya, sudah dilakukan dengan baik. Namun, Wiranto dengan niat baik menyapa masyarakat Menes serta anak sekolah yang ingin berfoto sehingga terjadi peristiwa tersebut.

Kapolda menyebutkan kedua pelaku berinisial FA (21) warga Sitanggai, Kecamatan Karangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah dan SA (31) warga asal Desa Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan, Kota Medan, Sumatra Utara.

Pelaku FA dalam aksinya menggunakan gunting, sedangkan SA menggunakan belati.

"Pak Menteri mengalami luka goresan di perut bagian bawah. Saat ini Pak Wiranto mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta," kata Kapolda Banten.

Baca juga: Presiden minta pengamanan pejabat negara ditingkatkan
Baca juga: 3 jam Wiranto jalani operasi
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar