Pemerintah Kota butuh dukungan media massa

id butuh peran media massa

Pemerintah Kota butuh dukungan media massa

Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore. (ANTARA/Benny Jahang)

"Media massa sebagai suatu institusi informasi memiliki peran sangat strategis dalam menyukseskan kegiatan pembangunan, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan media massa," kata Jefrison Riwu Kore.
Kupang (ANTARA) - Wali Kota Kupang Jefrison Riwu Kore mengatakan pemerintahannya sangat membutuhkan kehadiran media massa dalam mendukung berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan pemerintah di ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur.

"Media massa sebagai suatu institusi informasi memiliki peran sangat strategis dalam menyukseskan kegiatan pembangunan, sehingga kami sangat membutuhkan dukungan media massa," katanya dalam pertemuan dengan pimpinan media massa di Kupang, Selasa (15/10).

Menurut dia, pemberitaan yang dilakukan media massa ikut mempengaruhi perubahan sosial, budaya maupun politik masyarakat di Kota Kupang.

"Media massa memiliki peran yang strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik sehingga kami butuh dukungan semua media dalam memberitakan berbagai kegiatan pembangunan secara positif kepada publik," kata Jefrison Riwu Kore yang didamping Kabag Humas, Kota Kupang,Yanuar Dally serta Kabid Layanan e-Gov Dinas Kominfo Kota Kupang, Andre Otta.

Baca juga: Tidak ada media sekuat LKBN ANTARA

Ia mengatakan, pemerintah tidak alergi terhadap kritikan melalui pemberitaan namun diharapkan kritikan yang dilakukan bersifat membangun dalam mendorong pemerintah membangun daerah ini lebih memadai.

"Kami butuh kritikan dari media masa yang sifatnya membangun sehingga berbagai kebijakan pembangunan dilakukan pemerintah memiliki manfaat bagi masyarakat," kata Wali Kota Kupang.

Ia mengatakan, masih ada sebagian orang yang menyebarkan informasi hoax melalui media sosial bahwa kegiatan pembangunan yang gencar dilakukan pemerintah lebih pada pencitraan dalam menghadapi pilkada 2022.

"Kami hanya fokus bagaimana membangun Kota Kupang secara baik. Kami tidak berpikir tentang politik masa depan karena prosesnya masih lama," tegas Jefrison.

Baca juga: Artikel - Mampukah media massa jadi jembatan penghubung Tiongkok-Indonesia?