
Bulog Libatkan 400 Distributor Dalam RPK

"Program RPK di NTT sudah mulai sejak Agustus 2016 dan sampai saat ini sudah melibatkan 400 sahabat RPK," kata Kepala Bidang Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Divre NTT Hanafi.
Kupang, (Antara NTT) - Perum Badan Urusan Logistik Divisi Regional NTT melibatkan sedikitnya 400 distibutor , untuk menyalurkan bahan kebutuhan pokok kepada masyarakat melalui Rumah Pangan Kita (RPK).
"Program RPK di NTT sudah mulai sejak Agustus 2016 dan sampai saat ini sudah melibatkan 400 sahabat RPK," kata Kepala Bidang Komersial dan Pengembangan Bisnis Perum Bulog Divre NTT Hanafi di Kupang, Jumat, (7/4)
Dia mengatakan ratusan distributor itu dari berbagai kalangan seperti pemilik kios, toko, perseorangan, lembaga, koperasi, dan perusahaan.
"Jadi tidak ada batasan, siapa saja bisa mendaftar jadi anggota RPK yang penting sesuai syarat yang ditetapkan Bulog. Jadi sampai desa-desa juga Bulog akan salurkan yang penting ada kios atau tempatnya," katanya.
Menurut Hanafi, keberadaan distributor sudah efektif membantu Bulog dalam mendekatkan jangkauan penyaluran kebutuhan pokok seperti gula, beras, minyak, dan lainnya untuk masyarakat di desa-desa.
Upaya tersebut untuk mengatasi disparitas atau perbedaan harga kebutuhan pokok yang tinggi antara di kota dengan pedesaan.
"RPK ini untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok di kota dan desa karena barang-barang kebutuhan sudah mudah dijangkau," katanya.
Selain itu, katanya, melalui RPK, masyarakat dilibatkan langsung menjaga kestabilan pangan serta di sisi lain dapat membangkitkan usaha rakyat kecil melalui outlet-outlet masyarakat yang dibina Bulog.
Dia menjelaskan, program RPK digelontorkan Perum Bulog sejak 2016 dan berlaku di seluruh wilayah Indonesia.
Di NTT, RPK sudah menjangkau di semua daerah, sementara untuk jalur persinggahan kapal tol laut sudah disinergikan dengan Program Rumah Kita dari PT Pelindo.
"Jadi intinya ada sinergi dengan Pelindo ini sehingga upaya menstabilkan harga tidak hanya berlaku untuk pangan namun juga barang-barang kebutuhan lain," katanya.
Pewarta : Alosyius Lewokeda
Editor:
Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
