Logo Header Antaranews Kupang

Sumba Timur Buntingkan 11.200 Induk Sapi

Selasa, 18 April 2017 17:48 WIB
Image Print
Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora
Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu gudang ternak nasional ditargetkan untuk membuntingkan 11.200 ekor induk sapi selama 2017.

Kupang (Antara NTT) - Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai salah satu gudang ternak nasional ditargetkan untuk membuntingkan 11.200 ekor induk sapi selama 2017.

"Pembuntingan induk sapi ini dilakukan dengan akseptor Inseminasi Buatan (IB) dan Insektifikasi Kawin Alam (INKA)," kata Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora kepada Antara, Selasa, terkait proses pembuntingan induk sapi.

Pemerintah pusat menargetkan pembuntingan empat juta ekor sapi pada tahun 2017, melalui Inseminasi Buatan (IB) dan Insektifikasi Kawin Alam (INKA).

Target ini merupakan program pemerintah pusat untuk mewujudkan swasembada daging nasional 2026.

"Sapi wajib bunting di Sumba Timur ini, secara nasional ditargetkan 11.200 ekor, dengan akseptor IB sebanayak 200 dan INKA sebanyak 11.000 ekor," katanya.

Tujuan dari upaya khusus sapi wajib kawin di daerah itu adalah untuk memenuhi kebutuhan daging nasional. Pasalnya Kabupeten Sumba Timur merupakan salah satu daerah pemasok daging nasional selama ini.

"Sebanarnya kalau dilihat dari potensi alam maupun populasi ternak sapi yang ada di Sumba Timur, bisa lebih banyak. Tapi secara nasional kita diberikan target 11.200 ekor sapi wajib kawin tahun ini," katanya.

Dia menambahkan, selama ini rata-rata setiap sapi indukan milik petani peternak di daerah itu hanya bisa berproduksi empat ekor anak selama masa produktifnya.

Kepala Dinas Peternakan NTT Dani Suhadi secara terpisah mengatakan, pada tahun 2017, NTT menargetkan 146.995 ekor sapi wajib bunting melalui program Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (UPSUS-SIWAB) .

"Target kita tahun ini harus menangani 146.095 ekor sapi betina produksi untuk wajib bunting," katanya.

Upsus Siwab merupakan gerakan penanganan kesehatan sapi produksi untuk mencapai tingkat kebuntingan yang tinggi. "Minimal 85.000 ekor sapi wajib bunting," katanya.

Untuk mencapai target itu, dilakukan inseminasi buatan sebanyak 26.965 ekor sapi kemudian melalui pengendalian dan pemeriksaan 120.030 ekor di padang-padang pengembalaan petani peternak.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026