Logo Header Antaranews Kupang

Presiden ke Sumba akhir Mei

Senin, 8 Mei 2017 09:24 WIB
Image Print
Parade Kuda Sandelwood di Sumba
Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Parade Sandelwood 1.001 kuda dan Festival Tenun Ikat Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur pada 31 Mei 2017.

Kupang (Antara NTT) - Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Parade Sandelwood 1.001 kuda dan Festival Tenun Ikat Pulau Sumba Nusa Tenggara Timur pada 31 Mei 2017.

"Persiapan kegiatan ini sudah sangat matang dan sudah 90 persen siap dilaksanakan. Yang tersisa itu adalah menanti kepastian Istana terkait waktu Pak Presiden untuk menghadiri acara itu," kata Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Beny Wahon di Kupang, Senin, menjawab persiapan kegiatan pariwisata bertaraf internasional di Pulau bersabana itu.

Menurut dia, Parade Sandelwood 2017 yang baru pertama dilakukan dengan melibatkan 1.001 ekor kuda itu akan melintasi empat kabupaten di daratan Pulau Sumba itu.

Para penunggang kuda akan menggunakan pakaian adat berbagai etnis di daratan Nusa Cendana itu dan melakukan lintasan dengan titik mulai di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) menuju Sumba Barat dilanjut ke Sumba Tengah dan berakhir di Kabupaten Sumba Timur.

"Kegiatan ini diinisiasi Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari upaya menarik wisatawan ke daerah yang kaya destinasi wisata budaya dan karya tenunan," kata Beny.

Pulau Sumba merupakan daratan dengan beraneka ragam pesona, atraksi wisata dan kearifan lokal. Kuda Sandelwood, padang sabana yang membentang, keperkasaan Pasola, hingga tenun ikatnya.

Data kunjungan wisatawan di empat kabupaten daratan itu terus meningkat dari tahun ke tahun. Tercatat tahun 2016 Sumba Barat dikunjungi 2.704 wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara.

Hal sama juga di Sumba Timur dengan jumlah kunjungan 30.738 wisatawan, Sumba Tengah berjumlah 6.220 orang wisatawan serta Sumba Barat Daya mendapat kunjungan 2.445 orang wisatawan.

"Kondisi ini yang mendorong pemerintah terus membuat even untuk menarik wisatawan terus datang ke daerah itu," kata Beny.

Selain menggelar Parade Sandelwood, rangkaian kegiatan lain yang juga akan dilakukan sejak 31 Mei hingga 6 Juni itu adalah Festival Tenun Ikat.

"Semua penenun di empat kabupaten daratan pulau itu dihadirkan untuk memarkan hasil karyanya dalam festival itu," katanya.

Setelah kegiatan di daratan pulau bersabana itu, Presiden dijadwalkan ikut membuka kegiatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Soekarno yang dimulai 1 Juni di Kabupaten Ende Nusa Bunga.

Rangkain kegiatan Bulan Soekarno yang terjadwal hingga 21 Juni itu akan dimeriahkan Parade Pesona Kebangsaan. Untuk kegiatan Parade Pesona Kebangsaan itu dijadwalkan akan berlangsung hingga Juli 2017.

"Pancasila ditemukan Bung Karno di Ende, dan olehnya kita menggagas kegiatan bernuansa Pancasila di daerah itu sebagai bentuk penghormatan agar sejarah itu tidak terlupakan oleh generasi mendatang," kata Beny.

Dia mengatakan selain akan berdampak kepada wisata, seluruh rangkaian kegiatan itu juga diharapkan memperkuat rangkaian sejarah masa silam yang sudah ditoreh para pendiri bangsa agar tetap terjaga dan diingat sepanjang negara ini ada. "Terutama rangkaian kegiatan di Ende itu," kata Beny.

Menurut dia, Pancasila harus terus diingat dan diimplementasikan dalam kehidupan kebangsaan, apalagi di tengah situasi saat ini yang sedang dalam ujian kebhinekaan dalam khasanah NKRI.

"Perlu terus ditanam nilai Pancasila dalam setiap aksi nyata kehidupan kebangsaan komponen negara ini," kata Beny.



Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026