Polisi Diduga Tembak Dirinya Sendiri

id fransisco

Polisi Diduga Tembak Dirinya Sendiri

Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Ch Nugroho

Aiptu Fransisco de Araujo, salah seorang anggota Kepolisian Resor Kupang Kota yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit), diduga menembak dirinya sendiri dengan sepucuk senjata api.
Kupang (Antara NTT) - Aiptu Fransisco de Araujo, salah seorang anggota Kepolisian Resor Kupang Kota, Nusa Tenggara Timur yang sehari-hari menjabat sebagai Kepala Unit Pengamanan Obyek Vital (Pamobvit), diduga menembak dirinya sendiri dengan sepucuk senjata api.

"Saat ini, Fransisco sedang dirawat di RS Bhayangkara Kupang untuk mendapat pertolongan medis. Ia diduga menembak telinganya sendiri dengan senjata api," kata Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Ch Nugroho ketika dihubungi Antara di Kupang, Selasa.

Anthon yang dikonfirmasi mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang berada di RS Bhayangkara karena anggotanya masih dirawat di ruangan intensive care unit (ICU).

"Anggota saya masih di ruangan ICU, saya masih di RS juga, saya minta doanya agar anggota saya bisa segera pulih," ujarnya.

Mantan Wakapolres Sumba Timur ini juga masih engan untuk memberikan keterangan soal motif dari anggota menembak telinga kanannya.

Salah seorang saksi mata, Alex, warga di Jalan Nangka, Kelurahan Oebobo, Kota Kupang mengaku bahwa pada pukul 07.45 Wita dirinya sempat mendengar tembakan dari dalam rumah Faransisco, anggota Polres Kupang Kota.

"Setelah mendengar tembakan tersebut kami langsung menuju ke rumahnya tetapi ternyata pintu kamar korban saat itu dikunci dari dalam sehingga terpaksa kami mendobraknya," tuturnya.

Namun tak berselang lama pintu itu akhirnya bisa didobrak dan ditemukan tubuh Fransisco sudah tergeletak di tempat tidur dengan kondisi kepalanya berdarah.

Karena masih dalam kondisi bernafas, Alex mengaku Fransiscopun langsung dibawa ke RS Bhayangkara bersama dengan pihak kepolisian yang sudah berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP). "Sementara senjata laras pendeknya juga langsung diamankan oleh pihak kepolisian setempat," tambah Alex.

Masih kritis
Sementara itu, Kepala RS Bhayangkara Kupang Kompol dr Marthinus Ginting yang dikonfirmasi secara terpisah mengatakan kondisi Aiptu Fransisco de Araujo masih kritis, sehingga perlu mendapat perawatan intensif di ICU rumah sakit tersebut..

Upaya yang dilakukan pihak rumah sakit adalah dengan memberikan pasokan darah untuk mengganti darah yang hilang, serta membantu pernapasan dengan ventillator untuk menstabilkan kondisi korban.

"Jika kondisi korban masih belum stabil, tim dokter belum bisa melakukan tindakan lebih, seperti dengan melakukan ct scan untuk mengetahui kondisi luka di bagian kepala korban," kata dr Ginting.

Dia menyebutkan ada lubang di kepala bagian belakang telinga kanan yang menembus kepala bagian kiri berdiameter sekitar satu centimeter. "Kami belum bisa pastikan kondisi korban karena belum lakukan ct scan." katanya.

Kapolres Kupang Kota AKBP Anthon Ch Nugroho mengatakan Aiptu Fransisco de Araujo adalah anggota bhayangkara negara yang baik dan taat dalam melaksanakan tugasnya. 

"Saya pastikan yang bersangkutan tidak punya masalah kedinasan sebagai anggota Polri di Polres Kupang Kota. Saya berharap, tim dokter bisa menyelamatkan nyawanya," katanya menegaskan.

Kapolres Nugroho menjelaskan senjata yang digunakan korban saat kejadian adalah jenis revolver. "Motivasinya sedang kami selidiki, setelah tim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP)," ujarnya.

Aiptu Fransisco de Araujo sekarat hingga saat ini setelah menembak kepalanya sendiri di kamar tidurnya di bilangan Lasikode Kota Kupang, Selasa (6/6) sekitar pukul 07.30 Wita, setelah pulang mengantar anak bungsunya Fadli Araujo ke sekolah.

Pria kelahiran Timor Leste itu memiliki seorang istri bernama Martina Araujo dengan tiga anak, masing-masing Mebi Arujo, Putri Araujo dan Fadli Araujo.
Pewarta :
Editor: Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2021