
Pangan Masyarakat Masih Tersedia

Kupang (Antara NTT) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memastikan ketahanan pangan masyarakat di daerah berbasis kepulauan itu, masih sangat tersedia meskipun pada panen dalam musim tanam sebelumnya mengalami penurunan produksi.
"Kita pastikan khusus untuk delapan jenis pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat di daerah ini masih sangat tersedia dan cukup untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat," kata Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Timur Paulus da Silva di Kupang, Jumat.
Dia mengatakan hal itu menjawab kondisi ketersediaan pangan di provinsi selaksa nusa itu, di saat hasil produksi pertanian warga daerah itu menurun karena kemarau panjang.
Menurut dia kondisi iklim dan cuaca yang melanda provinsi di awal musim tanam 2016 lalu memang memberikan dampak bagi menurunya hasil produksi pertanian para petani di masa panennya.
Kondisi gagal tanam dan menurunya produksi pertanian itu menurut data hanya terjadi pada beberapa wilayah saja. "Sementara wilayah lainnya masih bisa berproduksi dengan normal, meskipun tidak semua daerah," katanya.
Dalam konteks itu, Pemerintah NTT tetap memiliki kewajiban untuk menjaga ketersediaan stok agar bisa memberikan jaminan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat ke depan.
Ada delapan jenis pangan yang dari aspek ketersediaannya, masih cukup meskipun beberapa di antaranya sudah memerlukan tambahan penguatan stok.
Dia menyebut untuk beras dari data hingga September 2016 silam, tersedia sebanyak 154.051 ton dengan jumlah kebutuhan warga 49.694 ton per bulannya, dengan ketahanan 3,1 bulan.
Jagung jumlah persediaan 96,396 ton dengan kebutuhan konsumsi masyarakat 8.239 ton per bulan dengan durasi ketahanan 11,7 bulan. Gula pasir stok tersedia 3.539 ton dengan jumlah kebutuhan warga 2.949 ton perbulan dan ketahanan 1,2 bulan.
"Untuk jenis pangan gula akan segera dipasok untuk menambah stok yang ada," katanya.
Umbi-umbian kekuatan stok berjumlah 44.238 ton dengan jumlah konsumsi warga 4.380 ton perbulan dan ketahanan 10,1 bulan. Kedelai jumlah stok 659 ton dengan kebutuhan 824 ton dengan durasi ketahanan 0,8 bulan. "Untuk jenis ini juga dalam posisi ditambah perkuat stok," katanya.
Sementara untuk minyak goreng jumlah ketahanan sebanyak 6.191 ton dengan jumlah konsumsi 1.821 ton per bulan dan durasi kebutuhan hingga 3,4 bulan.
Sedangkan untuk jenis pangan terigu tersedia 2.992 ton dengan jumlah kebutuhan konsumsi 1.301 ton per bulan dan ketahanan 2,3 bulan. Dan untuk jenis telur tersedia 1.625 ton dengan jumlah kebutuhan 650 ton per bulan dan ketahanan 2,5 bulan.
Terhadap sejumlah jenis pangan yang sudah hampir selesai ketersediaanya dan bahkan sudah habis, terus dipasok untuk memenuhi kebutuhan dan keamanan stok.
"Memang secara data ada jenis pangan yang terlihat sudah selesai, tetapi di tingkat masyarakat dalam konteks pemenuhan, sangat tersedia. Pemerintah selalu melakukan penguatan dan penambahan stok," kata Paulus.
Dia berharap di masa tanam mendatang, iklim dan cuaca bisa lebih memberikan dukungan sehingga panen petani bisa lebih memberikan kenaikan dari sisi produksi untuk pemenuhan kebutuhan dan cadangan pangan masyarakat petani itu sendiri.
Pewarta : Oleh Yohanes Adrianus
Editor:
Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
