Butuh pendampingan serius dalam pembelajaran daring

id pendidikan,sekolah daring,ntt,linus lusi

Butuh pendampingan serius dalam pembelajaran daring

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Linus Lusi. (ANTARA/Bernadus Tokan)

"Inilah pembiasan untuk memiliki filter ketahanan diri dalam melihat efek domino pembelajaran daringĀ atauĀ online,
Kupang (ANTARA) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Linus Lusi mengatakan pembelajaran daring membutuhkan pendampingan serius dari guru dan orang dewasa di lingkungan peserta didik.

Pendampingan ini penting sehingga siswa dapat memiliki alternatif dalam memilih menu pembelajaran yang disajikan dalam perangkat tersebut, kata Linus Lusi kepada ANTARA di Kupang, Jumat (27/11).

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan upaya pemerintah daerah untuk menguatkan karakter anak didik dengan tantangan belajar yang masih melalui daring atau online saat ini.

Baca juga: Di Sikka siswa belajar di bawah pohon karena kendala internet
Baca juga: Ombudsman sebut wali siswa keluhkan iuran komite saat belajar daring


"Daring membutuhkan pendampingan serius dari guru dan orang dewasa di lingkungan peserta didik, sehingga siswa memiliki alternatif dalam memilih menu pembelajaran yg disajikan dalam perangkat tersebut karena saat memilih, tidak tertutup kemungkinan ada konten-konten yang tidak semestinya mereka lihat atau tonton," katanya.

"Ini tugas terberat guru dan orang tua untuk memberi pemahaman dan mengarahkan anak-anak ke area pemahaman dan tindakan positif terhadap situasi yang terjadi di luar skenario pembelajaran," katanya.

"Inilah pembiasan untuk memiliki filter ketahanan diri dalam melihat efek domino pembelajaran daring atau online," katanya.

"Di sinilah, restorasi dan revolusi pembelajaran dalam penguatan karakter peserta didik dalam pilihan pembelajaran, menjadi taruhan kompetensi terhadap peserta didik, terutama karakter terhadap budaya belajar akibat pandemi COVID-19," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar