20 unit e-Warong Sudah Beroperasi
Selasa, 7 November 2017 12:17 WIB
Felisberto Amaral
"Dalam pekan ini sudah mulai dimanfaatkan untuk kepentingan warga penerima PKH di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini," kata Felisberto Amaral.
Kupang (Antara NTT) - Sebanyak 20 unit Elektronik Warung Gotong Royong (e-Warong) sudah beroperasi di Kota Kupang untuk memudahkan transaksi bagi warga penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dalam memenuhi kebutuhan hidup rumah tangganya.
"Dalam pekan ini sudah mulai dimanfaatkan untuk kepentingan warga penerima PKH di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini," kata Kepala Dinas Sosial Kota Kupang Felisberto Amaral kepada Antara di Kupang, Selasa, menjawab perkembangan pelaksanaan e-Warong di Kota Kupang.
Ia mengatakan sebanyak 20 unit e-Warong tersebut untuk melayani kebutuhan 6.019 keluarga penerima manfaat PKH yang menyebar di 51 kelurahan yang ada dalam wilayah enam kecamatan se-Kota Kupang.
E-Warong merupakan kebijakan dari Kementerian Sosial untuk memudahkan transaksi bagi para penerima PKH di seluruh Indonesia untuk kepentingan pemerataan, mengurangi kesenjangan sosial dan membuka lapangan kerja.
Oleh karena kebijakan dan tujuan itulah, Dinas Sosial Kota Kupang melakukan sejumlah penjajakan lokasi dan akhirnya menetapkan 20 unit e-Warong untuk mengakomodasi 6.019 penerima PKH yang ada di daerah ini.
Dalam konteks itu, para penerima PKH akan membeli segala macam kebutuhan hidupnya di warung elektronik yang menyediakan sembilan kebutuhan pokok (Sembako) dengan dana bantuan secara nontunai yang disalurkan pada Februari 2017.
Menurut Felisberto, Kementerian Sosial memasang target akan meluncurkan 300 unit e-Warong di Tanah Air dengan sistem penyaluran bantuan sosial berbasis nontunai untuk mencegah distribusi yang tidak tepat kualitas dan kuantitas.
Masyarakat penerima manfaat PKH, akan membentuk kelompok usaha bersama (KUBE) sebagai embrio pembentukan e-Warong yang akan menyalurkan sejumlah kebutuhan pokok kepada para anggotanya, dan mendapat pendampingan dari Himpunan Bank Negara (Himbara) sebagai basis kerja sama penyaluran bantuan nontunai.
Ia mengatakan ada konteks pemberdayaan nyata dalam mengelola e-Warong itu, di mana setiap pengelola akan mendapat keuntungan Rp500 dari setiap kilogram sembako yang dijualnya.
Rastra tahap empat
Di bagian lain penjelasannya, Amaral juga mengatakan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menyalurkan bantuan beras sejahtera (rastra) tahap empat bagi 14.242 rumah tangga sasaran di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini.
"Rastra tahap empat ini untuk bulan Oktober sampai Desember 2017, dan sudah berada di 51 kelurahan dan siap disalurkan kepada keluarga penerima manfaat sebanyak 14.242 rumah tangga sasaran (RTS) yang terdiri dari 12.491 RTS untuk rastra nasional dan 1.751 rastra daerah," katanya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemerintah Kota Kupang kemudian mengalokasikan dana sebesar Rp3,5 miliar dari APBD untuk membayar rastra nasional dan Rp2,4 miliar untuk membayar rastra daerah. Dalam penyalurannya, dilakukan empat tahap dalam setahun dengan durasi tiga bulan, dengan setiap RTS menerima 15 kg/bulan.
Dia menjamin beras yang disalurkan di penghujung 2017 ini laik untuk dikonsumsi, setelah masing-masing kelurahan melakukan uji petik di Gudang Bulog untuk memeriksa kelaikan beras bantuan itu.
Kepala Bidang Operasional dan Pelayanan Publik Bulog Divre NTT Minggus Foes yang dihubungi secara terpisah juga mengakui bahwa rastra yang disalurkan untuk tahap keempat ini, laik untuk dikonsumsi. "Jika ditemukan masih ada beras yang tidak laik konsumsi, sebaiknya langsung dipulangkan agar segera diganti," katanya.
Pewarta : Yohanes Adrianus
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.