Logo Header Antaranews Kupang

Pembangunan embung terus berkurang

Jumat, 22 Desember 2017 17:01 WIB
Image Print
Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis (tengah) didampingi Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Agus Sosiawan (kanan) ketika memberikan keterangan pers di Kupang, Jumat (22/12). (Foto ANTARA/Kornelis Kaha)
"Pemerintah akan lebih memrioritaskan pembangunan bendungan untuk mengatasi krisis air di daerah ini," kata Fary Djemi Francis.

Kupang (Antaranews NTT) - Harapan masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk mendapatkan sumber air yang banyak di saat musim kering tiba, terpupus dengan berkurangnya pembangunan embung di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini.


"Pemerintah akan lebih memrioritaskan pembangunan bendungan untuk mengatasi krisis air di daerah ini," kata Ketua Komisi V DPR RI Fary Djemi Francis kepada wartawan di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan jumlah pembangunan embung di NTT pada 2018 hanya 24 buah dari tahun sebelumnya mencapai 27 embung. "Jadi tiap tahun, pembangunan embung akan berkurang jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 100 embung," katanya.

Ia menilai bahwa pengurangan pembangunan embung di NTT tersebut akibat sejak tahun 2014 pemerintah menargetkan pembangunan tujuh bendungan yang saat ini baru tiga bendungan yang terealisasi.

"Dengan adanya pembangunan bendungan tersebut sejumlah anggaran justru digelontorkan untuk itu. Sementara untuk embung sendiri anggarannya dikurangkan," tambahnya.

Komisi V DPR RI yang membidangi masalah infrastruktur dan perhubungan tersebut mengharapkan agar pada tahun 2018 mendatang anggaran untuk pembangunan embung ditingkatkan mengingat NTT adalah provinsi kepulauan yang membutuhkan banyak sekali embung untuk irigasi.

Lebih lanjut Fary yang didampingi oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II ( BWS NT II), Agus Sosiawan serta Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Hadrianus Bambang Nurhadi Widihaetono juga membahas soal pembangunan jalan di NTT.

Menurutnya Komisi V DPR RI juga fokus pada pembangunan jalan lintas selatan jalur Kolbano, Timor Tengah Selatan kemudian sejumlah jalan menuju kawasan wisata di NTT serta jalan-jalan yang mengarah ke bandara udara, terminal penumpang dan pelabuhan.

"Kita harapkan pada tahun 2018 nanti sejumlah jalan yang masih belum dibangun seperti di Kolbano, kemudian 1 setengah kilometer di Kota Kupang dan di Manggarai sudah bisa dibangun," tambahnya.

Sementara itu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) X Kupang Hadrianus Bambang Nurhadi Widihaetono mengatakan belum selesainya pembangunan sejumlah jalan di NTT akibat anggaran yang diberikan kurang."Kita harapkan tahun depan sudah bisa selesai semuanya," tuturnya.



Pewarta :
Editor: Kornelis Aloysius Ileama Kaha
COPYRIGHT © ANTARA 2026