
BTNK: Belum ada komodo yang stres

Hingga saat ini satwa langka Komodo (varanus kommodoensis) di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat yang merupakan destinasi unggulan nasional itu belum ada yang mengalami stres, meski membludaknya arus kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Kupang (Antaranews NTT) - Kepala Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) Sudiyono mengatakan hingga saat ini satwa langka Komodo (varanus kommodoensis) di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat yang merupakan destinasi unggulan nasional itu belum ada yang mengalami stres, meski membludaknya arus kunjungan wisatawan ke daerah itu.
"Biasanya satwa kalau mengalami stres itu ada tanda-tandanya yang dapat diketahui, tapi sejauh ini belum ada komodo yang mengalami stres, namun secara hormonal pihaknya berencana akan meneliti tingkat sensitifitas komodo untuk mengetahui korelasinya dengan jumlah kunjungan wisatawan, " kata Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu, (3/1).
Ia mengatakan hal itu terkait keberadaan satwa komodo yang dikhawatirkan berbagai pihak seperti wisatawan, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah, bisa mengalami stres akibat membeludaknya arus kunjungan wisatawan ke destinasi itu.
Menurut Sudiyono, jika satwa Komodo mengalami stress maka muncul tanda-tanda fisik yang tampak seperti menjadi agresif, gerakan yang tidak jelas, tidak mau makan, atau terus-menerus diam.
Sudiyono menjelaskan, hasil koordinasinya dengan para peneliti mendapati bahwa jumlah satwa komodo yang sering dikunjungi wisatawan masih berkisar dari lima hingga 10 persen dari total populasi, yang ada di dua titik yakni Loh Liang di Pulau Komodo dan Loh Buaya di Pulau Rinca.
Jika nantinya, peningkatan arus kunjungan wisatawan diketahui berdampak pada sensisitifitas maka pihaknya dapat menmgevaluasi kembali penerapan pola kunjungan. Salah satunya, adalah melakukan pembatasan jumlah kunjungan, meskipun nantinya harus ditelaa kembali agar tidak mengecewakan wisatawan yang berdampak pada penurunan arus kunjungan.
Selain itu, lanjutnya, pihaknya juga dapat memperluas titik-titik destinasi wisata komodo agar wisatawan tidak menyebar atau tidak menumpuk pada satu titik yang bisa mengganggu keberadaan komodo itu sendiri.
Adapun jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanengara pada tahun 2017 tercatat mencapai lebih dari 120.000 orang, dengan lebih dari 60 persen didominasi wisatawan mancanegara.
Peningkatan arus wisatawan tersebut, kata Sudiyono, telah berkontribusi baik untuk menambah nilai pendapatan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp27 miliar lebih atau naik sekitar Rp5 miliar dari tahun 2016.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Bernadus Tokan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
