
Cuaca buruk masih melanda TNK
Rabu, 7 Februari 2018 13:51 WIB

sampai saat ini kawasan wisata komodo yang dihuni binatang purba raksasa Komodo (varanus komodoensis) masih dilanda cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
Kupang (AntaraNews NTT) - Kepala Taman Nasional Komodo (TNK) Sudiyono mengatakan sampai saat ini kawasan wisata komodo yang dihuni binatang purba raksasa Komodo (varanus komodoensis) masih dilanda cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi.
"Hingga hari ini Rabu (7/1) cuaca di kawasan wisata Komodo masih buruk, belum bersahabat," kata Sudiyono saat dihubungi Antara dari Kupang, Rabu.
Ia mengatakan kondisi angin kencang dan gelombang tinggi masih melanda sebagian besar kawasan TNK, terutama yang paling diwaspadai di titik destinasi wisata di Padar Selatan dan Gili Lawak.
"Kedua titik ini perlu diwaspadai karena juga dilanda hujan deras disertai petir, sementara di sana kami belum memasang antipetir," katanya.
Ia mengatakan kondisi gelombang tinggi di perairan masih belum memungkinkan kapal-kapal wisata untuk beroperasi melayani wisatawan ke sejumlah lokasi, baik di darat maupun di laut untuk wisata menyelam.
Untuk itu, katanya, guna menghindari berbagai kemungkinan buruk seperti kecelakaan di perairan maka pihaknya untuk sementara menerapkan pembatasan areal kunjungan wisatawan.
"Kami sarankan untuk sementara kunjungan hanya bisa ke Pulau Rinca, hingga nanti cuaca membaik barulah diizinkan untuk ke areal wisata lainnya dalam kawasan TNK," katanya.
Pihaknya masih terus memantau informasi cuaca dan mengamati kondisi lapangan sebelum memperbolehkan kunjungan ke berbagai titik wisata lainnya.
Sudiyono mengakui kondisi cuaca buruk yang masih melanda kawasan wisata yang merupakan salah satu dari 10 destinasi unggulan nasional itu akan berdampak pada menurunnya arus kunjungan wisatawan.
Sehingga ia berharap kondisi cauca segera kembali normal sehingga arus wisatawan ke destinasi wisata yang terkenal sebagai habitat satwa purba (varanus komodoensis) lancar dan terus meningkat.
Otoritas TNK mencatat arus wisatawan ke destinasi unggulan itu pada 2017 mencapai 119.599 orang, yang didominasi wisatawan mancanegara sebanyak 75.650 orang, dan domestik 43.949 orang atau meningkat sekitar 11,04 persen dibanding 2016 yang hanya mencatat 107.711 wisatawan.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor:
Laurensius Molan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
